Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FIB Lolos Beasiswa Tahfidz UNAIR 2026

Rahima Aulia, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah berhasil lolos beasiswa tahfidz UNAIR 2026. (Foto: Dok. Narasumber)

FIB NEWS – Rahima Aulia, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) berhasil lolos beasiswa tahfidz UNAIR 2026 pada Jumat (13/2/2026). Acara simbolis serah terima beasiswa tersebut dilaksanakan di ruang Bayu Kirana, Airlangga Convention Center, Kampus C UNAIR. 

Rahima menyampaikan motivasinya dalam mendaftar beasiswa tahfidz adalah untuk menjaga hafalan Al-qur’an dan membantu dirinya dalam faktor finansial. “Aku tertarik mengikuti program beasiswa tahfidz ini karena selain menjadi bentuk dukungan untuk menjaga hafalan, ini juga lumayan banget untuk membantu meringankan kebutuhanku selama perkuliahan, termasuk uang saku,” ujarnya. 

Persiapan dan Tantangan 

Dalam proses persiapan seleksi beasiswa tersebut, Rahima sempat merasa ragu untuk mendaftarkan diri. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk mencoba. “Awalnya aku sempat ragu untuk mendaftar, tetapi akhirnya aku memutuskan untuk mencoba terlebih dahulu tanpa terlalu memikirkan hasilnya,” ujarnya. 

Setelah memantapkan diri untuk mendaftar, ia melakukan persiapan yang terbaik dari proses administrasi hingga menjaga murojaah. “Aku juga mencantumkan sertifikat yang aku punya, yaitu 10 juz dan 24 juz. Alhamdulillah ternyata diberi kesempatan untuk lolos,” tambahnya. 

Menurut Rahima, tantangan terbesar yang dihadapi sebagai mahasiswa penghafal Al-Qur’an adalah menjaga konsistensi hafalan di tengah kesibukan akademik. “Terkadang waktu terasa terbagi antara tugas kuliah dan murojaah sehingga keduanya terasa kurang seimbang,” ujarnya. 

Meski demikian, Rahima menjadikan tantangan tersebut sebagai momentum untuk memperbaiki manajemen waktu. “Dari situ aku belajar untuk berusaha memperbaiki manajemen waktu dengan membuat jadwal harian yang setidaknya buat aku lebih teratur. Ini membantu aku tetap menjaga konsistensi hafalan tanpa mengabaikan tanggung jawab akademik,” ujarnya. 

Foto bersama dengan penerima beasiswa tahfidz UNAIR 2026. (Foto: Dok. Narasumber)

Harapan untuk kedepannya

Rahima berharap dalam keberhasilannya memperoleh Beasiswa Tahfidz dapat menjadi sarana pengembangan diri, baik secara akademik maupun spiritual. “Tujuanku mengikuti program ini adalah agar aku bisa mempertahankan hafalan sekaligus membuktikan bahwa prestasi akademik dan non akademik dapat berjalan beriringan selama menempuh studi disini,” ujarnya. 

Ia juga berharap program tersebut dapat membuka peluang relasi dan wawasan baru melalui berbagai kegiatan pendukung yang akan diselenggarakan. “Aku harap beasiswa ini tidak hanya menjadi dukungan pribadi, tetapi juga membuka peluang untuk memperluas relasi, wawasan, serta kontribusiku di lingkungan kampus,” ujarnya. 

Melalui program beasiswa tahfidz ini, Rahima turut mendukung poin Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education.

Penulis: Rosheilla Kharisma Putri Kuncoro

Editor: Ainnur Ayu Nanda Agustin