Penerimaan Sertifikat di Masjid UGM (Dok.Narasumber)
FIB NEWS – Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan dan organisasi, Riska Yuliana Putri, mahasiswi Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) angkatan 2023, berhasil mencuri perhatian lewat prestasinya dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (LKTIA) program Ramadhan di Universitas Gajah Mada (RDK UGM) pada Rabu (20/3/2025).
Riska mengaku bahwa motivasinya mengikuti kompetisi akademik tumbuh secara bertahap, terutama sejak memasuki semester 3. “Motivasi datang dari diri sendiri, lingkungan, dan juga Tuhan. Sejak semester 3, saya memang ingin mulai mengikuti kompetisi akademik,” ungkapnya.
Riska menjelaskan momentum Ramadhan sebagai semangat tambahan untuk ikut berkontribusi. “Karena LKTIA RDK UGM diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Ramadhan, saya semakin yakin untuk ikut agar selain berprestasi, saya juga bisa mendekatkan diri kepada Tuhan di bulan suci,” tuturnya.
Inovasi Lewat Kolaborasi
Dalam perlombaan ini, Riska tidak sendirian. Ia membentuk tim bersama dua rekannya dari Unair, yaitu Eka Novia Ai’zatul Ulya dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dan Qonita Salma dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Karya ilmiah mereka mengusung tema “Pengejawantahan Pesan Al-Qur’an Tentang Lingkungan dan Sumber Daya untuk Mewujudkan Keseimbangan Alam”. Gagasan tersebut diwujudkan dalam bentuk solusi digital berupa aplikasi berbasis ekoteologi bernama Rootin’. “Aplikasi ini kami rancang untuk mendorong reboisasi dan mencegah deforestasi melalui pendekatan digital yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam,” jelas Riska.
Tema yang diangkat Riska dan tim dinilai sangat relevan dengan konteks mahasiswa. “Manusia sebagai makhluk dinamis harus menjaga hubungan dengan alam. Sebagai mahasiswa, kita punya tanggung jawab dan intelektual untuk menyuarakan dan mengimplementasikan gagasan tentang pelestarian lingkungan,” tambahnya.
Proses Penulisan Karya
Proses penyusunan karya tidak lepas dari tantangan, terutama saat memasuki tahap penulisan naskah penuh. “Kami harus menyelesaikan 39 halaman dalam waktu seminggu, di tengah kesibukan kuliah dan organisasi. Kami mengerjakan naskah di waktu malam agar tetap bisa produktif,” ujar Riska.
Ia mengakui pentingnya dukungan dari keluarga dan kampus. “Keluarga saya selalu memberikan dukungan moril. Dari kampus, dosen juga memberi kelonggaran izin kelas saat keberangkatan ke Jogja,” tambahnya.
Kedepannya, Riska dan tim berharap aplikasi Rootin dapat dikembangkan lebih lanjut agar memberikan manfaat tidak hanya secara akademis tetapi juga praktis bagi masyarakat. Ia juga berpesan kepada mahasiswa untuk tidak takut berkompetisi “Semangat! Kompetisi adalah ajang yang tepat untuk mengaktualisasi diri. Jangan takut salah, karena dalam proses inilah kita menemukan ide-ide yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya,” tutupnya.
Prestasi dari Riska Yuliana Putrii mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education.
Penulis: Chesica Styo Helena
Editor: Mohammad Adif Albarado




