Lady Khairunnisa Adiyani, S.Hum., M.Hum., saat menjadi narasumber di Banyuwangi (Foto: Istimewa).
FIB NEWS – Lady Khairunnisa Adiyani, S.Hum., M.Hum., mahasiswi magister Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR), kembali menorehkan prestasi membanggakan. Di tengah proses kelulusannya, ia terpilih sebagai Ambassador Putri Pendidikan Jawa Timur 2025, mewakili UNAIR dan membawa semangat perubahan dalam dunia pendidikan.
Hal ini merupakan sebuah posisi prestisius yang bukan hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga lembaga dan generasi muda yang diwakilinya. “Saya sudah menyelesaikan sidang S2 pada Januari 2025, namun saya masih ingin terus berkarya dan berkontribusi sebagai mahasiswa FIB UNAIR. Karena itu saya memutuskan untuk memanfaatkan saat-saat terakhir saya sebelum resmi wisuda untuk mendaftar sebagai Puteri Pendidikan Jawa Timur,” ungkap Lady.
Semangat Juang
Perjalanan Lady menjadi ambassador tidak datang dari kenyamanan. Sebaliknya, ia melangkah dari titik terendah, saat kondisi kesehatan menurun dan mengalami quarter life crisis. Namun, justru dari situ ia bangkit dan memilih jalan yang berarti.
“Setelah sidang S2, saya mengalami beberapa hal, diantaranya kesehatan sedang drop dan mengalami quarter life crisis, sehingga mengambil waktu beberapa bulan untuk recovery,” ungkap Lady.
Bagi Lady menjadi duta pendidikan tidak sebatas menyampaikan pesan-pesan formal. Lebih dari itu, ia membawa perspektif yang humanis, kritis, dan peka terhadap isu sosial. Latar belakang akademiknya di FIB UNAIR menjadi bekal berharga dalam menjalani peran ini.
“Latar belakang saya dari Fakultas Ilmu Budaya UNAIR membentuk cara pandang yang kritis, humanis, dan peka terhadap isu sosial. Hal ini sangat mendukung peran saya sebagai duta pendidikan untuk menginspirasi generasi muda agar tak hanya berprestasi, tapi juga peduli pada sesama,” jelas Lady.

Foto Lady Khairunnisa Adiyani, S.Hum., M.Hum., bersama para peserta Junio Regional 5 (Foto: Istimewa)
Kontribusi Nyata
Sebagai duta pendidikan, Lady, telah menjalankan sejumlah kegiatan. Namun, tak semuanya berjalan mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah pengelolaan waktu. Keputusannya menunda wisuda bukan tanpa konsekuensi.
“Saya harus melepas beberapa peluang karena menunda wisuda. Tapi saya percaya, setiap pengorbanan akan diganti dengan rezeki dan pengalaman berharga,” ujar Lady.
Sebagai anak muda yang peduli pendidikan, Lady berharap ada peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya dari segi peserta didik, tetapi juga pendidik dan sistem yang menopangnya. Untuk itu, ia mengajak generasi muda terdidik aktif dalam upaya menyebarkan ilmu-ilmu yang telah diperoleh selama mengenyam bangku pendidikan.
“Jika hari ini kita serius membangun pendidikan yang berkualitas hingga ke pelosok desa, baik dari segi kualitas maupun fasilitas, maka kedepannya, pendidikan akan menjadi pondasi kuat bagi kemajuan seluruh bidang menuju Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.
Torehan Prestasi Lady Khairunnisa Adiyani, S.Hum., M.Hum., Mahasiswi FIB UNAIR Lewat Duta Pendidikan Ini Selaras Dengan Upaya Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-4, yaitu untuk mendukung pendidikan berkualitas.
Penulis : Ega Danar Aji Wibowo
Editor: Selly Imeldha




