Universitas Airlangga Official Website

Seminar Nasional MKSB Kupas Dampak Budaya Digital

Dr. Anna Lynn Abu Bakar dalam acara Seminar Nasional MKSB UNAIR “Multiculturalism & Education” (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

FIB NEWS – Menjadi rangkaian acara puncak dari kolaborasi bersama Universiti Malaysia Sabah (UMS). Magister Kajian Sastra dan Budaya (MKSB) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar seminar nasional dengan tajuk “Multiculturalism & Education.” Acara tersebut berlangsung sukses pada Sabtu (5/10/2024) di ruang Siti Parwati, gedung Fakultas Ilmu Budaya (FIB), UNAIR. Sebagai simbol kolaborasi, seminar tersebut menghadirkan Dr. Anna Lynn Abu Bakar dari UMS sebagai salah satu pembicara.

Dr. Anna membawakan materi mengenai dampak budaya digital terhadap pembelajaran bahasa asing sebagai bahasa kedua. Menurutnya, budaya digital adalah sebuah bentuk integrasi penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Lebih lanjut, Dr. Anna menjelaskan bahwa budaya digital telah menghasilkan beberapa tren, salah satu tren tersebut adalah metode pembelajaran menggunakan perangkat elektronik atau mobile learning.

“Kalian bisa belajar dari mana saja. Bahkan ketika berada di luar kota atau sedang makan malam di restoran, kalian masih bisa belajar melalui smartphone,” ujarnya.

Dr. Anna juga menekankan bahwa budaya digital membawa berbagai manfaat yang mendukung kemampuan belajar, tidak hanya bagi murid, tetapi juga bagi masyarakat luas. Melalui budaya digital, masyarakat bisa berkolaborasi dengan orang lain untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Ia menambahkan, budaya digital juga memberikan peluang kepada masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan penutur asli bahasa asing. “Contohnya adalah saat bermain video game. Terkadang, teman yang kalian temui secara daring berbicara dalam bahasa yang berbeda, dan hal ini mendorong kalian secara tidak langsung untuk menggunakan bahasa mereka agar bisa berkomunikasi lebih lanjut,” imbuhnya.

Teknik Pengajaran C2J

Dr. Anna mengungkapkan bahwa setelah melakukan penelitian di kelas menulisnya, ia menemukan bahwa rata-rata murid mulai merasa bosan setelah 15-20 menit pembelajaran berlangsung. Untuk mengatasi hal ini, ia menciptakan teknik pengajaran yang memanfaatkan inovasi budaya digital, yaitu C2J. 

Teknik pengajaran C2J menggabungkan penggunaan kartu, aplikasi Coggle, dan Jamboard untuk membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif. Dalam metode pengajaran menggunakan kartu, Dr. Anna membagi kartu ke dalam empat kategori utama, yaitu kata kerja, kata sifat, kata benda, dan kata keterangan. Lalu, murid-murid akan memilih kartu, kemudian memberikan contoh kata sesuai dengan kategori yang terpilih.

Selanjutnya, Dr. Anna menyampaikan metode menggunakan aplikasi. Ia menjelaskan, aplikasi Coggle berfungsi sebagai alat brainstorming dengan menggunakan peta konsep. Sementara aplikasi Jamboard, memungkinkan murid untuk berkolaborasi dalam menulis esai atau ringkasan secara berkelompok. 

Melalui teknik pengajaran C2J , Dr. Anna menemukan bahwa metode tersebut memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi murid, tetapi juga bagi pengajar dan lembaga pendidikan. 

“Kesimpulannya, budaya digital telah memainkan banyak peran dalam kehidupan, terutama di bidang pendidikan. Oleh karena itu, baik pengajar maupun murid perlu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran mereka,” pungkasnya. 

Penulis: Nadia Azahrah Putri

Editor: Nuri Hermawan