Latihan “Preview” Teater Gapus pada Kamis (20/8/2026) di Ruang WS Rendra, Gedung Fakultas Ilmu Budaya, Kampus B Universitas Airlangga (Sumber: Dok. Narasumber)
FIB NEWS – Teater Gapus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga menyiapkan Pentas Laboratorium (Pentas Lab) 2026 sebagai ruang pelatihan sekaligus pertunjukan bagi anggota baru. Kegiatan ini mengangkat naskah “Tuhan Tolong Bunuh Emak” karya Yessy Natalia Christien dan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di FIB. Pertunjukan akan digelar pada Jumat (28/8/2026) di Ruang WS Rendra, Gedung FIB, Kampus B UNAIR.
Kepada Humas Muda pada Selasa (25/8/2026), Mayang Eksa Amelia selaku Pimpinan Produksi Pentas Lab 2026 menjelaskan, “Pentas Lab itu kepanjangan dari Pentas Latihan Anak Baru, yang menjadi bagian dari proses pendidikan anggota baru Teater Gapus,” ujarnya.
Membangun Kolaborasi
Tim produksi memulai persiapan Pentas Lab sejak Februari 2026 dengan membaca dan membedah naskah sebelum mengembangkan adegan serta kebutuhan artistik. Naskah tersebut menceritakan keluarga Pak Bekti yang menghadapi berbagai pilihan dan harus menentukan keputusan yang tepat. “Kita sudah latihan sejak Februari. Itu Februari tuh awal banget kita cuma bedah naskah,” ujarnya. Tim kemudian memperbaiki adegan dan menyiapkan aspek teknis seperti properti, artistik, lighting, make up, serta wardrobe.
Proses produksi melibatkan pimpinan produksi, sutradara, aktor, artistik, lighting, make up, dan wardrobe dengan pembagian peran berdasarkan minat dan hasil casting. “Untuk aktornya sendiri melalui casting, sedangkan yang lainnya seperti artistik, wardrobe, dan make up itu volunteer,” jelas Mayang. Pola tersebut memberi ruang bagi anggota baru untuk memilih bidang yang sesuai dengan ketertarikan mereka.
Menghadapi Tantangan
Mayang mengatakan bahwa perbedaan jadwal kuliah antar program studi menjadi tantangan utama selama proses latihan. Tim mengatasinya melalui komunikasi dan diskusi bersama anggota serta kakak tingkat Teater Gapus. “Tantangan yang besarnya itu adalah di jadwal,” katanya. Tim juga meminta saran dan masukan dari anggota senior ketika menghadapi persoalan selama persiapan.
Pentas Lab 2026 memiliki durasi yang lebih singkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Setelah beberapa kali latihan penuh, pertunjukan tahun ini berdurasi sekitar 40–45 menit. “Kita hanya ingin menampilkan hasil kerja keras kita selama berbulan-bulan kepada penonton,” tuturnya. Tim menargetkan sebanyak mungkin penonton, tetapi membatasi kapasitas hingga 100 orang karena keterbatasan ruang WS Rendra.
Mayang berharap pertunjukan dapat berjalan lancar dan membuat penonton menikmati proses kerja tim. “Sebagai Mahasiswa FIB, cobalah kalian eksplorasi budaya itu juga. Cintailah seni, cintailah budaya,” pesannya kepada mahasiswa FIB.
Kegiatan Pentas Laboratorium Teater Gapus ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yakni Quality Education.




