Universitas Airlangga Official Website

“Mahasiswa Dalami Dunia Sapi Perah: Optimalisasi Produksi Susu hingga Pemanfaatan Bio-Slurry”

Pada hari Kamis, 6 November 2025, drh. Gigih Iman Prasetyo Adi, seorang dokter hewan
yang telah lama berkecimpung di ternak besar, hadir membawakan kuliah tamu secara daring.
Meski belum berkesempatan untuk bertatap muka secara langsung, mahasiswa Pendidikan
Profesi Dokter Hewan (PPDH) Gelombang 44 Kelompok 4A Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Airlangga mengikuti kuliah tamu dengan antusias dan aktif dalam berdiskusi.
Kuliah tamu ini diikuti oleh 11 mahasiswa yang berkumpul di ruang diskusi Laboratorium
Semen Beku Artificial Insemination Centre, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik dengan
drh. Nur Hidayat, M.Si sebagai moderator.
Kuliah tamu ini membahas secara komprehensif empat aspek utama industri sapi perah,
yaitu manajemen pemeliharaan, manajemen pakan, manajemen kesehatan, dan analisis usaha,
serta dilengkapi dengan penjelasan mengenai pemanfaatan bio-slurry sebagai teknologi
pendukung peternakan berkelanjutan. Pada aspek manajemen pemeliharaan, pemateri
menjelaskan perbedaan sistem penggembalaan di luar negeri dengan sistem kandang permanen
yang umum diterapkan di Indonesia. Jenis kandang seperti freestall dan tie stall, pengaturan
ventilasi, kenyamanan termal, manajemen limbah, hingga grouping ternak dijelaskan sebagai
komponen penting dalam mempertahankan produktivitas susu.

Dalam materi pakan, mahasiswa mempelajari pentingnya penyusunan ransum sesuai fase
fisiologis sapi, pemanfaatan hijauan lokal, serta penerapan silase sebagai solusi saat
ketersediaan pakan berkurang. Aspek kesehatan menyoroti manajemen reproduksi, vaksinasi,
biosekuriti, pencegahan mastitis, dan pentingnya pencatatan kesehatan. Selanjutnya, pemateri memaparkan analisis usaha peternakan sapi perah, mulai dari perhitungan biaya pakan, HPP
susu, hingga estimasi keuntungan yang dapat diperoleh peternak. Dengan analisis tersebut,
mahasiswa diajak memahami keseimbangan antara manajemen teknis dan aspek ekonomi
dalam industri sapi perah.

Materi kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai bio-slurry, yaitu limbah cair
hasil fermentasi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik berkualitas tinggi.
Pemateri menekankan bahwa bio-slurry kaya akan unsur hara, aman bagi lingkungan, dan
dapat meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap
pupuk kimia. Penerapan teknologi biogas dan pengolahan bio-slurry juga menjadi strategi
efisien dalam manajemen limbah kandang serta mendukung peternakan yang lebih ramah
lingkungan dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa PPDH FKH UNAIR mampu memahami
keterkaitan antara manajemen produksi, kesehatan ternak, analisis ekonomi, serta pemanfaatan
bio-slurry sebagai inovasi hijau yang relevan dengan kebutuhan industri peternakan modern.