Universitas Airlangga Official Website

Pengabdian Dosen FKH UNAIR: Implementasi 3M Plus untuk Cegah DBD di Bungah, Gresik

Tim dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga mengambil peran sentral dalam kegiatan edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang digelar bersama Tim BBK 7 UNAIR di forum PKK Desa Mojopuro Wetan, Bungah, Gresik, Jumat (24/1/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi implementasi program kerja mahasiswa, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian akademik yang secara intensif didampingi dan diperkuat oleh keilmuan para dosen FKH UNAIR.

Edukasi dipimpin langsung oleh Dr Emy Koestanti Sabdoningrum drh MKes selaku Dosen Pembina Lapangan Tim BBK 7 Desa Mojopuro Wetan. Bersama Dr Rochmah Kurnijasanti drh MSi, Dr Maslichah Mafruchati drh MKes, Dr Wiwiek Tyasningsih drh MKes, dan Dr Kadek Rachmawati drh MKes, para dosen menghadirkan pemaparan komprehensif mengenai karakteristik virus dengue, pola penularan, hingga strategi pencegahan berbasis kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Dalam penyampaiannya, Dr Emy menegaskan bahwa DBD merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Para dosen menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap siklus hidup nyamuk yang berkembang biak di genangan air bersih di sekitar rumah. Materi disampaikan secara ilmiah namun komunikatif agar peserta mampu mengidentifikasi titik-titik potensial perkembangbiakan nyamuk di lingkungan masing-masing.

Tim dosen FKH UNAIR juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat terapi spesifik untuk menyembuhkan DBD secara langsung. Penanganan medis yang tersedia berfokus pada pengendalian gejala dan pencegahan komplikasi. Oleh karena itu, pendekatan preventif menjadi strategi paling efektif, terutama pada musim hujan yang meningkatkan risiko penularan.

Sebagai langkah konkret, para dosen bersama mahasiswa memaparkan konsep 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Sementara itu, langkah “Plus” mencakup penggunaan obat anti nyamuk, pemasangan kelambu, menjaga kebersihan lingkungan, dan pemantauan jentik secara berkala. Penyampaian dilakukan secara interaktif, membuka ruang diskusi agar masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan aplikatif.

Tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, para dosen juga mengintegrasikan pendekatan lintas sektor yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai dari limbah rumah tangga menjadi wujud implementasi SDGs poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Selain itu, edukasi mengenai pentingnya pendaftaran UMKM lokal di Google Maps turut mendukung SDGs poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Melalui kepemimpinan dan kontribusi keilmuan para dosen FKH UNAIR, kegiatan ini menegaskan peran strategis akademisi dalam pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan warga menjadi langkah nyata membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pencegahan DBD secara berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

Apresiasi disampaikan kepada Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan Universitas Airlangga atas dukungan terhadap pelaksanaan BBK 7 UNAIR di Desa Mojopuro Wetan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Penulis: Dr Emy Koestanti Sabdoningrum drh MKes