Universitas Airlangga Official Website

WASPADA CAT FLU!

Kucing merupakan salah satu hewan yang banyak dipelihara oleh masyarakat karena tingkahnya yang lucu dan menggemaskan, banyak dari masyarakat yang mulai mengadopsi kucing, mulai dari kucing ras hingga kucing domestik. Akan tetapi, tidak sedikit juga masyarakat yang hanya memelihara ketika kucing terlihat sehat dan baik-baik saja, apabila kucing mulai terlihat lemas dan sakit, tak jarang para oknum owner kucing yang mulai membuang atau menelantarkan kucing hingga kucing dalam keadaan yang parah hingga mati tanpa adanya pertolongan pada kucing. Pada musim penghujan biasanya sering terjadi wabah penyakit yang dapat menyerang hewan peliharaan, salah satunya adalah cat flu. pemeriksaan penyakit ini menunjang pelaksanaan SDGS, yaitu SDG no 4

 

Apa itu Cat Flu?
Cat flu adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh adanya virus maupun infeksi bakteri pada saluran pernapasan atas pada kucing. Cat flu merupakan salah satu gejala klinis yang mengarah pada suatu penyakit seperti Feline Viral Rhinotracheitis (FVR), Feline Calicivirus(FCV) bahkan infeksi bakteri seperti Bordetella bronchiseptica dan Chlamydophila felis. Penyebaran cat flu dapat melalui sekresi oral, nasal, dan okular pada kucing yang terinfeksi secara klinis. Ekskresi virus dimulai 24 jam setelah infeksi dan berlangsung selama 1 hingga 3 minggu.

Cat flu ini menginfeksi melalui saluran hidung, mulut, atau konjungtiva. Selama infeksi, agen patogen menyebar di sepanjang saraf sensorik dan mencapai neuron, terutama di ganglia trigeminal, yang merupakan lokasi utama. Gejala klinis yang tampak yaitu konjungtivitis, keluarnya cairan dari mata, bersin, keluarnya cairan dari hidung, keluarnya air liur, faringitis, lesu, demam, anoreksia, dan terkadang batuk. Gejala klinis ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

 

Riwayat Pasien
Pada tanggal 14 Januari 2025, seekor kucing bernama berumur 5 tahun dengan berat badan 2,9kg dibawa ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP).

Anamnesa
Kucing Misty datang dengan keluhan lemas, tidak mau makan dan har, dehidrasi dan sudah terkena flu dari bulan desember dan belum membaik.

Pemeriksaan fisik dan Pemeriksaan Penunjang
Hasil dari pemeriksaan fisik, didapatkan suhu 36,9°C dengan pulsus 168/menit dan respirasi 30/menit dan ditemukan mukosa tampak pucat, halitosis, terdapat nasal discharge berwarna kehijauan, turgor > 3 detik. Pemeriksaan penunjang yang digunakan yaitu X-ray.

Pemeriksaan Xray pada kucing Misty dilakukan pada posisi lateral dan ventrodorsal
pada regio thorax. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyempitan pada trakea yang dapat disimpulkan sebagai tracheitis

Terapi dan Treatment yang Diberikan
Terapi yang diberikan pada kucing Misty salah satunya yaitu nebulizer. Nebulizer diberikan dengan tujuan untuk membantu melancarkan saluran pernapasan yang tersumbat dan mengurangi gejala pada saluran pernapasan. Obat yang diberikan melalui nebulizer berupa bronkodilator untuk melebarkan jalan napas, obat yang digunakan yaitu salbutamol dan dicampurkan dengan NaCl. Selain itu, diberikan obat resep lain seperti antibiotik, antihistamin, vitamin C, antivirus dan penambah napsu makan.

Pemberian antibiotik dilakukan dengan tujuan untuk meringankan infeksi sekunder yang diakibatkan oleh agen patogen, dalam kasus ini, antibiotic yang digunakan yaitu Azythromycin. Azythromycin merupakan antibiotik golongan makrolida yang mempunyai spektrum luas. Obat ini bekerja dengan cara masuk ke dalam aliran darah menuju ke jaringan, menembus membran sel bakteri patogen. Azithromycin terikat pada porsi 23S dari subunit ribosom bakteri 50S, kemudian mencegah perpindahan aminoacyl-tRNA dan protein yang berkembang melalui ribosom, sehingga menghambat sintesis protein bakteri, menghambat pertumbuhan sel dan pada akhirnya kematian sel bakteri patogen. Azithromycin umumnya bersifat bakteriostatik. Namun, dalam dosis yang lebih tinggi azithromycin dapat bersifatbakterisidal terhadap bakteri tertentu seperti Streptokokus dan H. influenzae.

Pemberian antihistamin pada kucing bertujuan untuk meredakan gejala seperti hidung tersumbat, bersin-bersin dan rhinitis alergi. Antihistamin yang digunakan yaitu kombinasi antara pseudoephedrine dan triprolidine. Vitamin C diberikan untuk membantu meningkatkan daya tubuh dan berfungsi sebagai antioksidan. Selain itu, diberikan terapi cairan Ringer Lactat yang bertujuan untuk mengembalikan elektrolit yang hilang karena dehidrasi. Konsentrasi elektrolit dalam larutan ringer lactat serupa dengan konsentrasi elektrolit yang ada didalam plasma.

 

Penulis: Gita Nusantara Putri