Universitas Airlangga Official Website

Jenis, Jadwal, dan Jumlah Makanan Menentukan Pengendalian Penyakit Tidak Menular

KABAR FIKKIA – Pengaturan pola makan yang terstruktur menjadi faktor utama dalam pengendalian penyakit tidak menular (PTM). Menurut Ayik Mirayanti Mandagi S.KM., M.Kes, dosen epidemiologi Program Studi Kesehatan Masyarakat, pengendalian penyakit ini tidak terlepas dari pengaturan pola makan yang tepat dan terstruktur.

Penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung sangat dipengaruhi oleh pola konsumsi sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pedoman yang jelas agar pola makan tidak hanya sekadar membatasi, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah prinsip 3J, yaitu jenis, jadwal, dan jumlah makanan, yang menjadi dasar dalam pengaturan pola makan pada penderita PTM.

Ayik Mirayanti Mandagi S.KM., M.Kes,

Kebiasaan Makan yang Menentukan Kondisi Kesehatan

Prinsip 3J menekankan bahwa pengendalian pola makan tidak hanya bergantung pada apa yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana dan seberapa banyak makanan tersebut dikonsumsi.

Pada aspek jenis makanan, penderita PTM dianjurkan memilih makanan tinggi serat dan protein seperti sayuran, buah-buahan, serta sumber protein rendah lemak. Sebaliknya, makanan tinggi gula, garam, lemak jenuh, serta makanan bersantan dan gorengan perlu dibatasi karena dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Selain itu, jadwal makan yang teratur menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan metabolisme tubuh. Pola makan yang tidak teratur dapat memicu fluktuasi kadar gula darah maupun tekanan darah.

Sementara itu, jumlah makanan juga perlu dikontrol agar tidak terjadi konsumsi berlebihan yang dapat membebani kerja organ tubuh dan meningkatkan risiko gangguan metabolik.

“Penderita penyakit tidak menular perlu mematuhi prinsip 3J, yaitu jenis, jadwal, dan jumlah makanan, sebagai upaya menjaga kondisi kesehatan tetap stabil,” jelas dosen epidemiologi yang akrab disapa Ayik tersebut.

Konsumsi Makan yang Menentukan Kondisi Kesehatan

Prinsip 3J menekankan bahwa pola makan tidak hanya ditentukan oleh apa yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana pola konsumsi tersebut dijalankan. Pada aspek jenis makanan, penderita PTM dianjurkan mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayur, buah, serta sumber protein rendah lemak. Sebaliknya, makanan tinggi gula, garam, lemak jenuh, perlu dibatasi karena dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik (proses tubuh dalam mengolah energi dan zat gizi). Termasuk serta makanan bersantan dan gorengan.

Selain itu, jadwal makan yang teratur membantu tubuh mengatur penggunaan energi secara stabil. Jika waktu makan tidak teratur, tubuh akan mengalami ketidakseimbangan energi yang dapat menyebabkan naik turunnya kadar gula darah dan tekanan darah.

Ragam pangan lokal sediakan sumber makanan bergizi dan berserat tinggi.
Sumber: istockphoto.com

Sementara itu, jumlah makanan juga perlu diperhatikan karena berkaitan langsung dengan keseimbangan energi dalam tubuh. Jika dikonsumsi secara berlebihan, tubuh akan menerima asupan energi melebihi kebutuhan, sehingga dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan penumpukan lemak yang berujung pada obesitas.

“Penderita PTM perlu mematuhi prinsip 3J, yaitu jenis, jadwal, dan jumlah makanan, sebagai upaya menjaga kondisi kesehatan tetap stabil,” ujar Ayik Mandargi, dosen yang akrab disapa Ayik tersebut.

Dampak Ketidakteraturan Pola Makan

Ketidakteraturan dalam pola makan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Pada penderita diabetes, kondisi ini dapat memicu hipoglikemia (kadar gula darah rendah) maupun hiperglikemia (kadar gula darah tinggi). Sementara pada penderita hipertensi, pola makan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Selain itu, konsumsi makanan yang berlebihan dan tidak seimbang juga dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular (penyakit pada jantung dan pembuluh darah). Kondisi ini terjadi akibat penumpukan lemak dalam pembuluh darah yang dapat menghambat aliran darah.

Pola Makan sebagai Strategi Jangka Panjang

Dosen epidemiologi tersebut menambahkan bahwa penerapan prinsip 3J tidak memberikan hasil instan, namun berperan sebagai strategi jangka panjang dalam pengendalian PTM. Konsistensi dalam menjaga jenis, jadwal, dan jumlah makanan menjadi kunci utama dalam menjaga kestabilan kondisi tubuh.

Pendekatan ini menempatkan individu sebagai pusat pengendalian kesehatan. Kesadaran dan konsistensi menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan makan yang sehat dan berkelanjutan.

“Pengaturan pola makan melalui prinsip 3J merupakan langkah utama dalam pengendalian penyakit tidak menular dan pencegahan komplikasi jangka panjang,” tutup Ayik Mandagi.

Penulis: Annisa Dwi Cahyani

Editor: Avicena C. Nisa