Universitas Airlangga Official Website

Kenali Alopecia Psikogenik pada Kucing Saat Stres Memicu Kerontokan Rambut

KABAR FIKKIA – Pernahkah kucing Anda mengalami kerontokan rambut yang cukup parah hingga terlihat botak di beberapa bagian tubuh? Kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh infeksi jamur atau parasit. Salah satu penyebab yang sering tidak disadari adalah alopecia psikogenik yaitu kerontokan rambut yang dipicu oleh stres dan gangguan perilaku.

Apa itu Alopecia Psikogenik?

Alopecia psikogenik terjadi ketika kucing atau anjing melakukan over grooming atau menjilat tubuh secara berlebihan sebagai respons terhadap tekanan psikologis. Jadi indikasi adanya gangguan kesejahteraan pada kucing. Zhang et al. (2022) mendeskripsikan perilaku ini merupakan bentuk mekanis untuk mengurangi kecemasan yang didorong oleh respons fisiologis stres yang melibatkan sumbu Hypothalamic-Pituitary-Adrenal (HPA) yang menghasilkan hormon adrenokortikotropik (ACTH) dan kortisol. Calder (2024) mengatakan perilaku ini bersifat kompulsif berupa menjilat, mengoyak hingga menggigit rambut. Dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti alopecia, eritema, hingga infeksi sekunder.

Studi Waisglass et al., (2006) juga menunjukkan bahwa kondisi ini juga dapat muncul setelah penyebab gangguan kulit akibat parasit atau jamur telah dieliminasi. Proses itu menjadikan pengobatan lanjutan menggunakan anti parasit maupun jamur tidak akan menghilangkan perilaku over grooming karena penyebab berasal dari faktor psikologis.

Faktor Lingkungan Picu Over Grooming

Faktor utama pemicu kondisi ini adalah stres lingkungan. Kucing merupakan hewan yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan dan interaksi sosial. Rochlitz (1999) menyebut ruang yang diperlukan yaitu 1.67 m² per ekor dan 4,68 m² untuk 3–4 kucing. Kondisi seperti kepadatan populasi yang tinggi, kurangnya ruang gerak, konflik antar kucing, dan minimnya stimulasi dapat memicu stres kronis. Stres ini kemudian mengaktivasi respon neuroendokrin yang mendorong perilaku grooming berlebihan sebagai mekanisme adaptasi.

Pola Kerontokan Rambut

Griffiths (2021) menyebut Kerontokan rambut akibat alopecia psikogenik memiliki pola khas dengan terjadi pada area yang mudah dijangkau oleh lidah kucing sebagai dampak pruritus. Seperti abdomen, paha medial, punggung, dan ekor. Lesi yang muncul biasanya bersifat asimetris lokal yang disebabkan oleh trauma mekanis akibat grooming berulang dan bukan kerontokan spontan. Sehingga rambut sebenarnya tidak benar-benar hilang dari akar, namun patah di permukaan kulit. Berupa kerontokan bulu, bulu tipis, tidak rata, dan terlihat botak.

Penanganan dan Pengobatan

Penanganan alopecia psikogenik memerlukan pendekatan menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada gejala kulit, tetapi juga pada faktor pemicu. Terapi dapat meliputi pemberian antihistamin, pakan diet khusus kesehatan kulit, dan penggunaan shampo hipoalergenik. Lufiara et al., (2026) menyebut kekambuhan dapat terjadi jika kucing kembali tinggal pada populasi yang tinggi dan akan sembuh jika mendapatkan interaksi dan bermain lebih sering bersama pemilik. Calder (2024) juga menegaskan penggunaan hukuman berupa teriakan, pukulan fisik, dan penyiraman air sangat tidak direkomendasikan.

Pola penanganan paling baik adalah intervensi modifikasi lingkungan mengurangi stres, seperti menyediakan ruang yang cukup, meningkatkan interaksi dengan pemilik, dan memberikan stimulasi perilaku yang memadai. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi kronis serta meningkatkan kualitas hidup hewan peliharaan.

Penulis: Azhar Burhanuddin (Mahasiswa Profesi Dokter Hewan)

Editor: Avicena C. Nisa

Referensi

Rochlitz I.1999. Recommendations for the housing of cats in the home, in catteries and animal shelters, in laboratories and in veterinary surgeries. J Feline Med Surg. 1(3):181-91. doi: 10.1016/S1098-612X(99)90207-3.

Lufiara AC, Jayanti PD, Arjentinia IPGY. 2026. A case report: Suspect psychogenic alopecia with secondary dermatitis in a Persian cat. Bul. Vet. Udayana 18(1): 218-229. DOI: https://doi.org/10.24843/bulvet.2026.v18.i01.p21

Waisglass SE, Landsberg GM, Yager JA, Hall JA. 2006. Underlying medical conditions in cats with presumptive psychogenic alopecia. J Am Vet Med Assoc. 228(11):1705-9. doi: 10.2460/javma.228.11.1705.

Zhang L, Bian Z, Liu Q, Deng B. 2022. Dealing With Stress in Cats: What Is New About the Olfactory Strategy?. Front. Vet. Sci. 9:928943. doi: 10.3389/fvets.2022.928943

Griffiths K. 2021. How I approach… Overgrooming in cats. URL: https://academy.royalcanin.com/en/veterinary/overgrooming-in-cats#author1. Accessed on 23 March 2026.

Calder CD. 2024. Psychogenic Alopecia. Veterinary Partner – VIN. URL: https://veterinarypartner.vin.com/default.aspx?pid=19239&id=11924460.  Accessed on 23 March 2026.