Universitas Airlangga Official Website

SPS UNAIR Perkuat Kompetensi Riset Mahasiswa Lewat Workshop SLR dan Meta-Analisis

Mengasah Nalar Riset: SPS UNAIR Bekali Peneliti Kuasai Meta-Analisis, Puncak Riset Berbasis Bukti

Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tradisi riset yang berkualitas global. Pada Jumat, 28 November 2025, Sekolah Pascasarjana UNAIR menggelar Workshop SLR dan Meta-Analisis sebagai upaya memperkaya kapasitas metodologis para peneliti dan akademisi.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Sekolah Pascasarjana UNAIR dan menghadirkan pakar metodologi riset, Prof. Ferry Efendi, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D., Ketua LPJPHKI UNAIR. Hadir pula Prof. Dr. Ahmad Rizki Sridadi, SH., MH., MM., Koordinator Program Studi S3 PSDM, serta Sendy Ayu Mitra Uktutias, S.ST., M.Kes., Sekretaris Prodi S3 PSDM.

Tingginya antusiasme peserta menegaskan bahwa SLR dan Meta-Analisis kini menjadi kebutuhan utama dalam menghasilkan temuan ilmiah yang kredibel.

SLR: Fondasi Bukti Ilmiah Terkuat

Prof. Ferry membuka sesi dengan menegaskan posisi SLR dan Meta-Analisis pada puncak Piramida Bukti (The Levels of Evidence).

Menurutnya, riset modern tidak cukup hanya menghadirkan penemuan baru. Peneliti harus mampu mensintesis data yang sudah ada untuk menghasilkan kesimpulan yang kuat, akurat, dan dapat dijadikan dasar kebijakan.

“Riset hari ini harus mampu menyatukan bukti ilmiah yang ada agar keputusan berbasis data bisa diambil secara tepat,” ujarnya.

Tahapan Kritis dalam Meta-Analisis

Dalam pemaparan berikutnya, Prof. Ferry menjelaskan beberapa tahapan penting dalam melakukan Meta-Analisis, antara lain:

1. Penentuan Variabel Pembanding

Misalnya, diet rendah karbohidrat dibanding diet rendah lemak, dengan luaran yang dapat diukur secara konsisten.

2. Pemberian Bobot pada Studi

Studi dengan sampel besar dan standar error rendah akan mendapat bobot lebih besar karena menghasilkan estimasi yang lebih presisi.

3. Tantangan Heterogenitas (Keragaman Studi)

Ia menegaskan bahwa peneliti harus mampu membedakan studi yang layak digabungkan dan yang tidak, menghindari fenomena “menggabungkan apel dan jeruk”.

Tiga bentuk heterogenitas yang harus diperhatikan:

  • Klinis: perbedaan populasi atau intervensi

  • Metodologis: perbedaan desain penelitian

  • Statistik: variasi efek yang muncul pada perhitungan numerik

Pengukuran heterogenitas dilakukan melalui Chi² dan , di mana nilai I² di atas 50–75% menunjukkan heterogenitas tinggi yang harus diatasi secara serius.

Forest Plot dan Interpretasi Interval Kepercayaan

Hasil Meta-Analisis biasanya divisualisasikan melalui Forest Plot yang menampilkan estimasi efek tiap studi dan hasil gabungannya.

Beberapa poin penting:

  • Jika CI melintasi garis nol, efek tidak signifikan.

  • CI yang lebih sempit menunjukkan hasil yang lebih presisi.

  • Semakin banyak studi berkualitas yang dianalisis, semakin kuat hasil akhirnya.

Pesan Utama untuk Peneliti Muda

Di akhir sesi, Prof. Ferry memberikan pesan singkat namun penting:

  • Rencanakan analisis dengan sangat teliti.

  • Tampilkan hasil secara grafis menggunakan Forest Plot.

  • Interpretasikan data dengan hati-hati, termasuk nuansa metodologis yang muncul.

Ia menegaskan bahwa ketelitian metodologis adalah kunci menghasilkan pengetahuan yang berdampak global.

Penguatan Peran SPS UNAIR dalam Ekosistem Riset Nasional

Workshop ini mempertegas posisi Sekolah Pascasarjana UNAIR sebagai institusi yang tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membekali peneliti dengan metodologi riset tingkat lanjut.

Dengan kemampuan Meta-Analisis dan SLR yang kuat, peneliti UNAIR diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam menyusun kebijakan berbasis bukti—baik pada skala nasional maupun internasional.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)