Epidemiologi Disfungsi Ereksi (DE) terus menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya. Penggunaan obat-obatan sintetis dalam mengobati DE sering kali menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan dan memiliki efikasi yang terbatas. Di Indonesia, beberapa tanaman asli telah digunakan secara empiris untuk remediasi DE. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bukti ilmiah terbaru tentang potensi tanaman obat asli Indonesia untuk pengobatan DE dan menjelaskan mekanisme molekuler yang mendasarinya menggunakan tinjauan sistematis dan pendekatan Jaringan Farmakologis. Ada 12 tanaman potensial yang paling umum digunakan oleh kelompok etnis di Indonesia untuk mengobati disfungsi ereksi (DE) sebagaimana ditinjau dalam penelitian ini. Pencarian tinjauan sistematis dilakukan di tiga basis data (PubMed, Scopus, dan Springer) tanpa membatasi tahun publikasi. Penyaringan artikel dilakukan dengan menggunakan diagram alur Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Penentuan gen target senyawa dilakukan dengan menggunakan GeneCards, sedangkan gen target penyakit dianalisis menggunakan DisGeNET. Topologi jaringan dieksplorasi dengan Cytoscape 3.10, dan konstruksi Jaringan Interaksi Protein-Protein direalisasikan menggunakan STRING versi 12.0. Analisis GO dan KEGG selanjutnya dilakukan dengan SRplot. Temuan tinjauan sistematis menunjukkan bahwa 12 artikel memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Analisis jaringan farmakologi menunjukkan bahwa senyawa yang ada dalam Eurycoma longifolia, khususnya stigmasterol, eurycomanone, dan eurycomalactone, menargetkan 13 gen yang terkait dengan disfungsi ereksi (DE), yang meliputi BCL2, AKT1, SOAT1, PCSK9, ACHE, BDNF-AS, TMX2-CTNND1, GSK3B, LINCO1672, TP53, H19, HIF1A, dan IL1B. Gen target ini terhubung ke mekanisme biologis yang mendasari biosintesis hormon steroid, yang penting untuk pembentukan testosteron. Oleh karena itu, Eurycoma longifolia menunjukkan potensi yang signifikan untuk dikembangkan sebagai kandidat fitofarmaka yang menjanjikan dalam pengobatan disfungsi seksual.
Penulis : Sukardiman , Roihatul Mutiah , Rosita Handayani
Link : https://www.cell.com/action/showPdf?pii=S2405-8440%2825%2900881-3





