Universitas Airlangga Official Website

Potensi dan Pemanfaatan Myrtaceae Dalam Kehidupan Manusia

Potensi dan Pemanfaatan Myrtaceae Dalam Kehidupan Manusia
Sumber: Jekkapedia

Tanaman berkeping dua (dicotyledon) yang berkayu merupakan kelompok tumbuhan yang sangat beragam, terbagi menjadi 52 famili, salah satunya adalah famili Myrtaceae. Famili ini mencakup berbagai spesies yang umum dikenal, seperti jambu, myrtle, cengkeh, dan eukaliptus. Dalam ordo Myrtales, famili Myrtaceae mencakup lebih dari 175 genus dan sekitar 6000 spesies. Keanekaragaman ini tidak hanya terbatas pada jumlah, tetapi juga mencakup adaptasi evolusioner yang luar biasa, di mana spesies-spesies dalam keluarga ini telah bertransisi dari bentuk-bentuk yang lebih primitif di hutan hujan lembap menjadi bentuk yang lebih khusus yang dapat bertahan di kondisi kering dan sangat musiman di daerah semi-arid.

Famili Myrtaceae dapat ditemukan di seluruh benua, kecuali Antartika, dengan konsentrasi utama di wilayah tropis dan sedang di belahan bumi selatan. Beberapa genus yang paling dikenal antara lain Eucalyptus, Syzygium, dan Eugenia. Misalnya, genus Eugenia saja memiliki sekitar 3000 spesies terdaftar, yang menunjukkan betapa kaya dan beragamnya famili ini. Penemuan spesies baru di hutan tropis yang terpencil masih terus berlanjut, dan banyak dari spesies tersebut belum teridentifikasi secara resmi. Keberagaman spesies dalam famili Myrtaceae membawa banyak manfaat bagi manusia. Beberapa spesies telah dibudidayakan secara sengaja, menciptakan nilai ekonomi yang signifikan. Tanaman ini digunakan dalam berbagai sektor, termasuk:

  •     Pertanian: Sebagai penghalang angin, pestisida, dan sumber pakan ternak.
  •     Hortikultura: Untuk spesies hias, bunga potong, dan daun.
  •     Kesehatan: Sebagai obat tradisional, serta dalam produk anti-diabetik dan anti-mikroba.
  •     Industri: Untuk arang, bensin, pulp, dan kayu bakar.
  •     Kuliner: Sebagai bumbu, saus, dan sumber teh serta buah.

Salah satu produk umum dari tanaman Myrtaceae adalah minyak esensial, yang diekstraksi dari berbagai bagian tanaman, seperti daun, bunga, dan kulit batang. Minyak esensial ini sering digunakan dalam produk perawatan diri dan aromaterapi, berkat aroma khasnya dan sifat terapeutiknya. Minyak esensial dari famili Myrtaceae memiliki berbagai sifat terapeutik yang meliputi aktivitas anti-bakteri, anti-kanker, dan anti-inflamasi. Berbagai senyawa yang ditemukan dalam minyak esensial ini, termasuk senyawa fenolik, flavonoid, dan terpenoid, menjadikannya subjek penelitian yang menarik dalam bidang kesehatan dan pengobatan. Lebih dari 100 senyawa organik volatil telah diidentifikasi dari spesies Myrtaceae, dan penelitian terus dilakukan untuk mengeksplorasi potensi ini lebih jauh.

Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan pendekatan metabolomik untuk mengidentifikasi metabolit dalam minyak esensial dari lima spesies Myrtaceae. Metode analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelas utama senyawa dan pola kluster yang berkaitan dengan metabolit yang teridentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun lebih dari 500 metabolit teridentifikasi, hanya 24 di antaranya yang dianggap sebagai biomarker potensial. Famili Myrtaceae menunjukkan potensi yang sangat besar dalam berbagai bidang, mulai dari industri hingga kesehatan. Penelitian lebih lanjut mengenai metabolit sekunder dan komposisi kimia dari spesies-spesies dalam keluarga ini akan sangat bermanfaat untuk memaksimalkan manfaatnya. Dengan pendekatan yang tepat, seperti analisis kluster dan validasi model, pemahaman kita tentang tanaman ini akan semakin mendalam, memberikan peluang baru dalam pengembangan produk berbasis Myrtaceae.

Penulis: Firli Rahmah Primula Dewi, S.Si., M.Si., Ph.D.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/unbiased-metabolomics-of-volatile-secondary-metabolites-in-essent

Baca juga: Pengeluaran Penelitian dan Pengembangan dalam Model Pertumbuhan Endogendi Negara Berkembang