Paedocypris adalah genus ikan karper (Cyprinidae) kecil yang ditemukan di rawa gambut Asia Tenggara (terutama Sumatera dan Kalimantan), terkenal karena spesiesnya, Paedocypris progenetica, yang merupakan salah satu vertebrata terkecil di dunia, dengan betina dewasa hanya sekitar 7,9 mm, memiliki tubuh transparan, dan hidup di air sangat asam. Ikan ini memiliki fitur mirip larva (paedomorfik) dan jantan memiliki sirip perut unik untuk menempel saat kawin, tetapi terancam oleh perusakan habitat. Ukuran Tubuh: Ikan ini memiliki ukuran yang sangat mungil. Betina dewasa hanya tumbuh sekitar 7,9 mm, sedangkan jantan rata-rata berukuran 9,8 mm. Karena ukurannya ini, mereka sering terlihat menyerupai larva hewan air. Habitat Ekstrem: Mereka hidup di perairan air hitam rawa gambut yang sangat asam dengan tingkat pH mencapai 3, yang berarti 100 kali lebih asam daripada air hujan biasa. Karakteristik Fisik: Tubuhnya hampir transparan (tembus pandang), yang berfungsi sebagai kamuflase di lingkungan habitatnya yang gelap. Mereka tidak memiliki tengkorak kepala yang utuh, sehingga otaknya tidak terlindungi oleh tulang sepenuhnya.
Status Konservasi: Berdasarkan data IUCN, spesies ini dikategorikan sebagai Hampir Terancam (Near Threatened) karena hilangnya habitat akibat deforestasi dan pengeringan lahan gambut. Ancaman utama rawa gambut meliputi alih fungsi lahan (perkebunan, food estate), drainase berlebihan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pembalakan liar, serta proyek infrastruktur (jalan, rel kereta api), yang menyebabkan degradasi, penurunan muka tanah (subsidensi), hilangnya keanekaragaman hayati, emisi karbon, dan peningkatan risiko banjir serta kekeringan, seperti yang terjadi pada ekosistem penting seperti rawa gambut di Kepulauan Bangka dan Belitung.
Pulau Bangka, yang terletak di lepas pantai tenggara Sumatra, Indonesia, merupakan bagian dari wilayah Sundaland dan dikenal kaya akan keanekaragaman hayati air tawar. Pulau ini menyimpan sekitar tujuh spesies ikan endemik di sungai dan rawa-rawanya. Banyak dari spesies ini termasuk dalam famili Cyprinidae, yang mencerminkan dominasi regional ikan cyprinid di ekosistem air tawar tropis Asia. Paedocypris baru-baru ini dilaporkan di Bangka, kemungkinan mewakili spesies baru atau perluasan jangkauan P. progenetica. Namun, ukuran tubuhnya yang kecil dan fitur anatomi yang sederhana membuat identifikasi morfologis sangat menantang. Dalam konteks ini, pendekatan molekuler seperti pengkodean DNA (DNA barcoding) menyediakan alat yang ampuh untuk mengklarifikasi identitas taksonomi, menyelesaikan keanekaragaman kriptik, dan menetapkan garis dasar yang andal yang sangat penting untuk menetapkan prioritas konservasi (Kress et al. 2015). Sementara itu, habitat air tawar Bangka menghadapi ancaman serius dari penambangan timah ilegal dan perubahan penggunaan lahan (Khodijah et al. 2019), yang menyebabkan polusi dan sedimentasi yang membahayakan ikan rawa yang sensitif (Mustikasari et al. 2022; Valen et al. 2025; Syarif et al. 2025a). Dalam konteks ini, mengklarifikasi apakah Bangka Paedocypris merupakan spesies yang sudah dikenal atau garis keturunan endemik sangat penting untuk menetapkan prioritas konservasi.
Penulis: Dr. Veryl Hasan, S.Pi., M.P.
Detail tulisan artikel ini data dilihat di:





