Universitas Airlangga Official Website

PPK ORMAWA x Abipraya SASINDO Lestarikan Budaya Lewat Karnaval

UNAIR NEWS – Untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 78 tahun, Tim PPK ORMAWA HMD Bahasa dan Sastra Indonesia x Abipraya 2023 turut memeriahkan kegiatan karnaval bertajuk Sidorejo Carnival Back to Culture. Kegiatan itu merupakan kerja sama antara pemerintah, karang taruna bersama Tim PPK ORMAWA x Abipraya di Desa Sidorejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Kegiatan berupa pawai budaya ini diikuti oleh berbagai instansi hingga organisasi masyarakat Desa Sidorejo pada Minggu (3/9/2023)

Dalam pawai budaya itu, SAGA atau Ksatria Airlangga yang merupakan maskot Universitas Airlangga turut ditampilkan di depan ribuan masyarakat yang datang. Dihadirkannya SAGA menjadi pusat perhatian masyarakat. Selain itu, sebagai wujud bahwa Universitas Airlangga turut berperan aktif dalam pengabdian masyarakat di Desa Sidorejo melalui tim PPK ORMAWA.

“Desa Sidorejo merupakan sasaran Desa Cerdas kami. Tim PPK ORMAWA bersama karang taruna berusaha untuk memantik warga Sidorejo untuk menghidupkan kembali kultur yang sudah hilang,” ungkap Muhammad Ridhoi selaku wakil ketua pelaksana kegiatan.

Budaya yang Mulai Tergantikan

Ridhoi menuturkan bahwa karnaval yang mengangkat mengenai budaya di daerah tersebut sudah hampir punah. Saat ini Battle soundsystem mulai kalangan remaja sukai. Hal itu tentu dapat mengikis budaya lokal seperti pawai budaya.

“Tema Back to Culture ini kami ambil sebab tim ingin mengajak masyarakat sekitar untuk memulai kembali peradaban karnaval yang benar-benar ada sejak puluhan tahun lalu. Alhamdulillah kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pemkab dan polres setempat,” tambah Ridhoi.

Sidorejo merupakan desa terluas di Kabupaten Blitar. Oleh sebab itu, tim PPK Ormawa bersama Abipraya menggagas desa ini untuk menjadi pemantik daerah lain untuk kembali mengadakan karnaval budaya. Warga masyarakat Sidorejo dan sekitarnya juga sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Acara ini bahkan mendapat antusiasme dari lebih dari 1000 peserta dan penonton yang tidak terhitung jumlahnya.

Ridhoi dan tim berharap kegiatan seperti ini menjadi pengingat kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Blitar. Bahwa, Indonesia memiliki budaya yang kokoh dan sudah sejak lama lestari. Sehingga sebagai manusia yang beradab, harusnya dapat menghargai sekaligus menghormati budaya di tanahnya sendiri. Selain itu budaya yang ada perlu masyarakat lestarikan agar tidak tergantikan oleh budaya lain. (*)

Penulis : Nova Dwi Pamungkas

Editor :  Binti Q Masruroh