Universitas Airlangga Official Website

Prevalensi Sarkopenia Pada Lansia dengan Gangguan Kognitif

Sumber: Primaya Hospital
Sumber: Primaya Hospital

Masalah kesehatan lansia semakin kompleks ketika dua kondisi serius terjadi bersamaan: sarkopenia—penurunan massa dan fungsi otot—dan gangguan kognitif. Sebuah studi meta-analisis global terbaru mengungkapkan bahwa sarkopenia sangat umum ditemukan pada individu usia pertengahan hingga lanjut usia yang mengalami penurunan fungsi kognitif, termasuk demensia dan gangguan kognitif ringan. Temuan ini menjadi peringatan penting bagi praktisi kesehatan untuk lebih waspada terhadap risiko kesehatan ganda yang kerap tidak terdiagnosis sejak dini.

Studi yang melibatkan 25 artikel dari berbagai belahan dunia, dengan total lebih dari 19.000 peserta, menunjukkan bahwa sekitar 28% dari individu dengan gangguan kognitif juga mengalami sarkopenia. Bahkan, pada populasi dengan demensia, angka prevalensi sarkopenia meningkat menjadi hampir 35%. Penelitian ini, yang turut melibatkan Hidayat Arifin dari Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga, menunjukkan bahwa hubungan antara otot dan otak jauh lebih erat dari yang selama ini diperkirakan.

Ditemukan pula bahwa lansia yang tinggal di komunitas memiliki prevalensi sarkopenia yang cukup tinggi, dan tidak hanya terjadi di institusi perawatan jangka panjang. Hal ini mengindikasikan pentingnya deteksi dini dan penanganan sarkopenia di tingkat primer, termasuk melalui aktivitas fisik terstruktur, intervensi nutrisi, dan pemantauan kognitif yang holistik. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kemampuan fungsional dan mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko jatuh, rawat inap, hingga kematian dini.

Penelitian ini memperkuat urgensi bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat, untuk melakukan skrining ganda—baik terhadap kesehatan fisik maupun kognitif lansia. Mengintegrasikan intervensi berbasis gaya hidup yang fokus pada kekuatan otot dan kesehatan otak dapat menjadi strategi efektif dalam memperpanjang masa hidup sehat lansia. Kini saatnya beralih dari pendekatan reaktif ke pencegahan proaktif, demi lansia yang lebih mandiri, sehat, dan bermartabat.

Penulis: Hidayat Arifin

Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga

Sumber:

Jia-You Ye, Li-Fang Chang, Ruey Chen, Hidayat Arifin, Chia-Hui Wang, Kai-Jo Chiang, Kondwani J Banda, Kuei-Ru Chou, Prevalence of sarcopenia in middle-aged and older adults with cognitive impairment: a meta-analysis, Age and Ageing, Volume 54, Issue 5, May 2025, afaf114, https://doi.org/10.1093/ageing/afaf114