Universitas Airlangga Official Website

Probiotik Bacillus subtilis dan Bacillus coagulans dapat Memperbaiki Histomorfologi Duodenum Ayam Pedaging

Sumber: Peternak.ID
Ilustrasi ayam (Foto: Peternak.ID)

Ayam yang lebih memilih untuk mengembangkan usaha ayam pedaging, hal ini dikarenakan permintaan pasar terhadap ayam pedaging semakin meningkat setiap tahunnya. Ayam pedaging memiliki peranan penting sebagai sumber protein hewani dengan harga yang relatif murah dan daging yang empuk sehingga disukai oleh masyarakat. Ayam pedaging sangat digemari karena memiliki keunggulan antara lain pertumbuhan yang sangat cepat dengan bobot badan yang tinggi dalam waktu yang relatif singkat, konversi pakan yang rendah, serta menghasilkan daging berserat lunak yang berkualitas. Pertumbuhan yang cepat dapat diimbangi dengan pemberian pakan berprotein tinggi tanpa mengorbankan keseimbangan energi dan protein (E/P) yang cukup serta mineral yang cukup untuk pertumbuhan yang maksimal. Bahan pakan berprotein, tepung ikan dan bungkil kedelai, diolah hingga berukuran mikropartikel. Mikropartikel merupakan partikel pakan dengan ukuran berkisar 0,2 – 5000 μm.

Pemeliharaan ayam pedaging secara intensif memerlukan ketersediaan bahan pakan yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi. Penggunaan pakan impor berdampak pada tingginya biaya produksi sehingga penggunaannya digantikan dengan bahan pakan lokal. Bahan pakan lokal memiliki beberapa kelemahan seperti kualitas yang rendah dan ketersediaan yang tidak menentu. Produktivitas ayam pedaging dipengaruhi oleh kesehatan ternak, bobot badan ayam pedaging dapat meningkat apabila ternak dalam kondisi sehat dan tidak terserang penyakit. Untuk mencegah penyakit pada ayam pedaging, peternak menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik dapat menimbulkan residu pada ternak yang dapat mengakibatkan resistensi bakteri pada manusia. Untuk meminimalisir penggunaan antibiotik, peternak dapat menggantinya dengan probiotik.

Probiotik dapat berperan menggantikan fungsi antibiotik pada saluran pencernaan, sehingga berfungsi menjaga kesehatan saluran pencernaan ternak khususnya unggas. Pemberian probiotik pada unggas dapat mengurangi atau mencegah kontaminasi mikroba patogen yang dapat mempengaruhi hasil produksi. Pemberian probiotik pada pakan dapat meningkatkan jumlah mikroba yang bermanfaat bagi ternak dalam hal efisiensi pakan. Dengan demikian, pemberian probiotik pada unggas diharapkan dapat memperbaiki penampilan. Probiotik dapat menyehatkan saluran pencernaan dan meningkatkan daya cerna zat gizi sehingga asupan zat gizi bagi ternak terpenuhi. Probiotik yang banyak digunakan adalah bakteri asam laktat yang dapat meningkatkan kemampuan imunitas non spesifik. Selain itu, bakteri asam laktat dapat meningkatkan efisiensi pencernaan dan penyerapan nutrisi.

Ayam pedaging membutuhkan pakan yang berkualitas tinggi untuk mendukung pertumbuhannya. Pemberian pakan tambahan dalam pakan terbukti dapat meningkatkan efisiensi pakan sehingga memberikan keuntungan bagi peternak. Bacillus subtilis dan Bacillus coagulans merupakan dua jenis bakteri yang berguna untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan terdapat dalam probiotik. Bacillus subtilis dan Bacillus coagulans merupakan contoh bakteri dari genus Becillus yang tidak patogen. Bacillus coagulans merupakan salah satu bakteri asam laktat (BAL) yang menghasilkan asam laktat sebagai produk akhirnya. Bacillus subtilis sebagai probiotik dapat menghasilkan 66 senyawa antimikroba seperti polimiksin, basitrasin, dan subtilin yang dapat mengendalikan perkembangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan.

Bacillus subtilis berfungsi sebagai pakan tambahan bagi hewan, meningkatkan respon imun, dapat berperan sebagai profilaksis terhadap penyakit bakterial dengan menyeimbangkan mikroba usus, meningkatkan daya cerna, serta dapat mengeluarkan enzim protease, lipase, dan amilase. Usus halus merupakan organ utama tempat berlangsungnya proses pencernaan dan penyerapan hasil pencernaan. Berdasarkan anatominya, usus halus dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum. Saluran pencernaan ayam broiler yang sehat ditandai dengan perkembangan bobot dan panjang saluran pencernaan serta perkembangan vili usus yang optimal sehingga dapat mengoptimalkan penyerapan zat gizi. Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh pemberian probiotik cair Bacillus subtilis dan Bacillus coagulans terhadap histomorfologi duodenum ayam broiler.

Sebanyak 24 ekor ayam pedaging dibagi secara acak menjadi 4 kelompok. Kelompok kontrol tidak diberi probiotik, kelompok P1, P2, dan P3 diberi probiotik sebanyak 2 ml, 4 ml, dan 6 ml. Pemberian probiotik dilakukan selama 14 hari. ANOVA satu arah menunjukkan perbedaan yang bermakna pada masing-masing kelompok (P<0,05) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil: Rata-rata panjang vili duodenum pada masing-masing perlakuan menunjukkan bahwa kelompok kontrol berbeda nyata dengan kelompok P1, P2, dan P3. Kelompok P3 memiliki rata-rata panjang vili duodenum tertinggi. Dari penelitian yang telah dilakukan adalah penggunaan Bacillus subtilis dan Bacillus coagulans sebagai probiotik memberikan pengaruh terhadap vili duodenum ayam pedaging yang ditandai dengan adanya peningkatan rata-rata panjang vili duodenum sesuai dengan peningkatan dosis probiotik.

Penulis: Wiwiek Tyasningsih

Nama Jurnal: World Journal of Advanced Research and Reviews (WJARR)

Link artikel: https://journalwjarr.com/sites/default/files/fulltext_pdf/WJARR-2024-4057.pdf

Link laman: https://journalwjarr.com/content/effect-bacillus-subtilis-and-bacillus-coagulans-liquid-probiotics-duodenum-histomorphology