Universitas Airlangga Official Website

Profil Medication Errors di Rumah Sakit berdasarkan Kajian Retrospective Study

Profil Medication Errors di Rumah Sakit berdasarkan Kajian Retrospective Study
Sumber: Klikdata

Kesalahan pengobatan (Medication error) adalah kejadian yang dapat dicegah yang mempengaruhi atau menyebabkan penggunaan obat yang tidak tepat, yang dapat membahayakan pasien saat menjalani perawatan, dan dapat dikendalikan oleh tenaga kesehatan dan pasien.  Kesalahan pengobatan biasanya berkaitan dengan pekerja, produk kesehatan, prosedur dan sistem, termasuk peresepan, pelabelan obat, pengemasan, tata nama, peracikan, distribusi, administrasi, edukasi, pemantauan, dan penggunaan obat. Kesalahan pengobatan dapat diklasifikasi melalui beberapa pendekatan, yakni prescribing, transcribing, dispensing, administration, dan monitoring. Pendekatan lainnya mengenai kesalahan pengobatan berkaitan dengan obat, dosis, frekuesi pengobatan, cara pemberian, atau pasien.

Kesalahan pengobatan merupakan hal yang umum dan merupakan penyebab signifikan dari bahaya yang dapat dihindari dalam sistem layanan kesehatan di seluruh dunia. Kesalahan pengobatan juga dapat meningkatkan biaya layanan kesehatan secara signifikan meskipun konsekuensi dari kesalahan ini tidak merugikan pasien. Melalui beberapa penelitian, angka kejadian kesalahan pengobatan di rumah sakit di Indonesia juga merupakan hal yang umum. Kesalahan pengobatan yang diidentifikasi mencakup kesalahan administrasi, transkripsi, dispensing, dan peresepan, dan berpotensi serius dan signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan peresepan obat pada pasien rawat inap dan rawat jalan di salah satu rumah sakit terbesar di Kalimantan Selatan, Indonesia.

Penelitian ini merupakan analisis retrospektif kesalahan pengobatan yang dilaporkan oleh apoteker di salah satu rumah sakit umum terbesar di Kalimantan Selatan, Indonesia. Data dikumpulkan mulai bulan Januari sampai dengan Desember 2021 dan telah mendapatkan sertifikat layak kaji etik dari rumah sakit (No. 34/IV-Reg Riset/RSUDU/22).

Pada tahun 2021, apoteker dari setiap departemen di rumah sakit melaporkan 338 kesalahan pengobatan dari 251.491 (0,13%) resep dengan 197 laporan berpotensi risiko cidera, 139 laporan kejadian nyaris celaka, dan dua laporan kejadian tak terduga. Jenis kesalahan pengobatan yang paling sering terjadi adalah kesalahan peresepan, yang mencapai 184 kesalahan (54,4%), diikuti oleh 79 kesalahan penyiapan label yang salah (23,4%), 39 kesalahan penyiapan dosis yang salah (11,5%), 29 kesalahan sediaan obat yang salah (8,6%), tiga kesalahan administrasi (0,9%), tiga kesalahan lainnya (0,9%), dan satu kesalahan kelalaian (0,3 %)

Dari total 338 resep dengan kesalahan pengobatan, terdapat 1.299 obat, dan interaksi obat potensial ditemukan pada 182 resep (53,85%) resep dengan 557 interaksi. Klasifikasi yang paling sering dipantau secara ketat dengan 338 (60,68%) interaksi, diikuti oleh klasifikasi minor dengan 135 (24,24%) interaksi, dan klasifikasi serius dengan 84 (15,08 %) interaksi.

Secara statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah obat dan potensi interaksi obat (p=0,000; r=0,766). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia pasien dan potensi interaksi obat (P = 0,001; r=0,181). Tidak ada hubungan yang signifikan yang diamati antara lama rawat inap di rumah sakit dan potensi interaksi obat (P > 0,05; r=0,070).

Dalam penelitian ini, jumlah obat per resep secara signifikan berdampak pada potensi interaksi obat menggunakan model yang disesuaikan Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah obat per resep meningkatkan risiko potensi obat nteraksi sebesar 3,350 kali (AOR = 3,350, P < 0,001). Dalam crude model, usia dan jumlah obat per resep dikaitkan dengan potensi interaksi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, risiko potensi interaksi obat meningkat 1,001 kali lipat (COR = 1,001; P = 0,033). Selain itu, seiring dengan peningkatan jumlah obat per resep, risiko potensi interaksi obat juga meningkat sebesar 3,361 kali (COR = 3,361; P < 0,001).

Jumlah kesalahan pengobatan yang dilaporkan adalah 0,13 per 100 resep, dan sebagian besar kesalahan ini tidak berdampak pada pasien sehingga tidak berbahaya. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis laporan kesalahan pengobatan melalui kolaborasi dengan para profesional kesehatan di rumah sakit.

Artikel selengkapnya:

Atmaja, DS., Saksono, RY., Yulistiani, Suharjono, Zairina, E. Evaluation of medication errors in one of the largest public hospital: A retrospective study. Clinical Epidemiology and Global Health 28 (2024) 101640. https://doi.org/10.1016/j.cegh.2024.101640

Penulis : Dewi S Atmaja, Yulistiani, Suharjono, Elida Zairina.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/evaluation-of-medication-errors-in-one-of-the-largest-public-hosp

Baca juga: Peran Manajemen Menengah dalam Transformasi Rumah Sakit