Universitas Airlangga Official Website

Profil Pasien Trakeotomi di Rumah Sakit Umum Pendidikan Dr Soetomo Surabaya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil pasien trakeotomi di departemen ORLHNS RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Adapun metode dalam penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan total sampling meliputi pasien trakeotomi tahun 2015-2019 di departemen ORL-HNS RSUD Dr. Soetomo.

Data dianalisis menggunakan SPSS. Hasilnya terdapat 590 pasien trakeotomi yang terdiri dari 452 laki-laki dan 138 perempuan, dengan kelompok umur terbanyak 51-60 tahun. Prosedur setelah trakeotomi adalah biopsi, pembedahan tumor, serta sayatan dan drainase abses. Kesimpulan dari penelitian ini pasien trakeotomi laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan.

Diagnosis pasien yang menjalani trakeotomi ORL-HNS periode Januari 2015 hingga Desember 2019 secara garis besar dibagi menjadi diagnosis tumor, infeksi, neurologis, trauma, dan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trakeotomi yang dilakukan pada pasien laki-laki lebih banyak dibandingkan pasien perempuan, dengan perbandingan 3,3:1. Hal ini sesuai dengan berbagai penelitian sebelumnya.

Penelitian di Finlandia tahun 2019 terhadap 255 pasien ditemukan rasio pria dan wanita sebesar 2,4:1, sama dengan penelitian di Nepal tahun 2014 sebesar 2,4:1. Penelitian di Nigeria tahun 2018 sebesar 1,6:1, di Amerika tahun 2017 sebesar 1,5:1, di Portugal pada tahun 2016 adalah 3,7:1. Hal ini kemungkinan terkait dengan diagnosis pasien yang menjalani trakeotomi sebagai karsinoma laring yang paling banyak diderita oleh laki-laki, seperti pada penelitian di Nigeria pada tahun 2018. Ada juga yang mengaitkan proporsi ini dengan fakta bahwa laki-laki lebih sering mengalami trauma, yang dalam penelitian mereka merupakan penyebab paling umum dari trakeotomi.

Penelitian ini menemukan bahwa usia termuda pasien yang menjalani trakeotomi di ORL-HNS RSDS adalah 45 hari, dan yang tertua berusia 86 tahun, dengan rata-rata 52 tahun. Kelompok usia terbesar adalah 51-60 tahun, dengan 167 pasien. Hasil penelitian ini hampir sesuai dengan beberapa penelitian yang pernah dilakukan dengan rata-rata usia 55,3 tahun, dan penelitian lain menemukan rentang usia 0-87 tahun dengan rata-rata 55 tahun, kelompok terbesar pada usia 55,3 tahun. Hasil yang sedikit berbeda ditemukan di Finlandia pada tahun 2019, dengan rentang usia 19-92 tahun dan rata-rata 65 tahun; penelitian lain menemukan rentang usia 1-89 tahun, rata-rata 41,9 tahun dan terbanyak pada usia 30-60 tahun.

Hasil penelitian ini menemukan bahwa pasien yang menjalani trakeotomi oleh dokter ORL-HNS selama periode Januari 2015-Desember 2019 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya sebanyak 590 orang, jumlah jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan, dengan kelompok usia terbanyak adalah 51-60 tahun. Data penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mencegah terjadinya komplikasi trakeotomi dengan lebih memperhatikan terhadap trakeotomi langkah demi langkah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Data ini juga dapat digunakan untuk melengkapi informasi terbaru mengenai profil trakeotomi di ORLHNS.

Penulis: Siska Citra Amalia, Achmad Chusnu Romdhoni

Link: https://www.balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/view/4254