Upaya meningkatkan kualitas pelayanan terhadap lansia dengan demensia terus menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia. Sebagai salah satu tantangan kesehatan utama, demensia sering kali masih disalahpahami, bahkan oleh tenaga kesehatan. Kondisi ini dapat berdampak pada kualitas perawatan yang diberikan kepada people living with dementia (PLWD).
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pendekatan edukasi inovatif berbasis audiovisual dan permainan (game-based) dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan pemahaman dan sikap mahasiswa kesehatan terhadap demensia. Studi ini mengevaluasi efektivitas program edukasi berdurasi 90 menit yang menggabungkan film pendek, kuliah interaktif, serta permainan berbasis skenario dalam meningkatkan sikap, pengetahuan, dan niat membantu terhadap PLWD.
Program edukasi dimulai dengan pre-test, dilanjutkan dengan pemutaran film yang menggambarkan interaksi yang kurang tepat dengan penderita demensia, kemudian sesi kuliah, permainan kelompok, hingga penayangan film dengan komunikasi yang lebih tepat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada sikap mahasiswa terhadap penderita demensia setelah mengikuti program. Skor sikap meningkat secara bermakna, begitu juga dengan pengetahuan tentang demensia dan niat untuk membantu pasien. Menariknya, peningkatan pengetahuan menunjukkan efek yang cukup besar, sementara niat membantu juga mengalami peningkatan moderat. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan interaktif dan berbasis pengalaman mampu mendorong perubahan positif pada calon tenaga kesehatan.
Program ini bekerja dengan cara memberikan pengalaman emosional melalui film, serta melatih kemampuan berpikir kritis melalui permainan berbasis dilema nyata. Mahasiswa diajak memahami perspektif pasien demensia, sekaligus belajar bagaimana merespons situasi sehari-hari secara empatik dan tepat. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa sikap ageism (stereotip negatif terhadap lansia) belum mengalami perubahan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi tambahan mungkin diperlukan untuk secara khusus menargetkan isu tersebut.
Temuan ini menegaskan bahwa metode pembelajaran inovatif, seperti kombinasi audiovisual dan game-based learning, memiliki potensi besar dalam transformasi pendidikan kesehatan. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun empati dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan nyata di lapangan.
Ke depan, model edukasi ini dapat dikembangkan lebih luas sebagai bagian dari kurikulum pendidikan tenaga kesehatan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi peningkatan jumlah lansia dan kasus demensia. Pendekatan yang interaktif, kontekstual, dan berbasis pengalaman dinilai menjadi kunci dalam mencetak tenaga kesehatan yang lebih kompeten dan berempati.
Penulis: Dianis Wulan Sari dan tim kolaborasi internasional
Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/the-effectiveness-of-an-audiovisual-and-game-based-dementia-educa/





