Universitas Airlangga Official Website

Prototipe Kapal Selam Tim Marvic UNAIR Raih Harapan II Kontes Kapal Indonesia

Tim Marvic UNAIR dalam malam penghargaan Kontes Kapal Indonesia di Politeknik Negeri Bengkalis (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) UNAIR yang tergabung dalam Tim Marvic UNAIR berhasil meraih Juara Harapan II Kategori Base Design pada kompetisi KKI (Kontes Kapal Indonesia) 2026 cabang Remotely Operated Vehicle (ROV). Tim tersebut mengembangkan prototipe kapal selam yang dirancang untuk mengambil objek di dasar perairan dan mengidentifikasinya melalui pemindaian kode QR.

Tim Marvic UNAIR terdiri dari Muhammad Rais Kamil sebagai ketua tim, bersama Dharma Fattahul Winzi pada bidang kelistrikan, Judhistira Arundaya pada bidang mekanik, serta Nadia Janeeta Adha dan Hafid Musolih pada bidang pemrograman. Kompetisi tingkat nasional tersebut terlaksana di Politeknik Negeri Bengkalis, Riau, pada Senin-Kamis (14-17/9/2026). Sebelumnya, peserta mengikuti tahap pengajuan proposal pada Juni dan seleksi video kemajuan prototipe.

Muhammad Rais Kamil menjelaskan bahwa inovasi tersebut berangkat dari fokus riset tim terhadap teknologi kapal selam. Prototipe yang mereka kembangkan memiliki misi mengambil objek di dasar perairan, kemudian mengidentifikasi objek tersebut melalui kode QR yang terdapat pada objek.

“Tim kami memiliki fokus riset pada kapal selam. Ketika KKI 2026 membuka kompetisi yang sesuai dengan bidang tersebut, kami memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk menunjukkan hasil riset yang telah kami kembangkan,” ujar Rais.

Dalam kompetisi tersebut, ROV merupakan kapal selam yang dikendalikan menggunakan remote control. Proses seleksi berlangsung melalui tiga tahap, yakni pengajuan proposal, seleksi video kemajuan prototipe, dan tahap nasional. Setelah lolos, Tim Marvic UNAIR mengikuti kompetisi tingkat nasional di Politeknik Negeri Bengkalis hingga berhasil memperoleh penghargaan Harapan II pada kategori Base Design.

Tim Marvic saat menerima penghargaan dalam Kontes Kapal Indonesia (Foto: Dok. Narasumber)

Pengembangan prototipe juga menghadirkan sejumlah kendala teknis. Salah satunya berupa kebocoran yang menyebabkan beberapa komponen mengalami kerusakan. Karena belum memiliki acuan dalam pengembangan kapal selam, tim melakukan riset secara mandiri dan terus mengevaluasi prototipe.

“Pada awal pengembangan, kami belum memiliki acuan sehingga berbagai hal harus kami pelajari bersama. Kebocoran sempat menyebabkan kerusakan komponen, tetapi kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan hingga kapal selam tersebut layak digunakan untuk mengikuti kompetisi,” jelas Rais.

Rais mengungkapkan bahwa Tim Marvic UNAIR sempat berada di posisi kedua dalam perolehan poin pada tahap penyisihan. Namun, tim belum dapat melanjutkan ke babak quarter final karena berada dalam satu grup dengan PPNS. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi tim untuk meningkatkan kesiapan dan ketelitian dalam menghadapi kompetisi berikutnya.

Rais berharap mahasiswa FTMM UNAIR yang tertarik pada pengembangan teknologi kapal selam dapat terus melakukan riset dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kendala. Menurutnya, ketelitian dalam memahami aturan kompetisi juga menjadi bagian penting dalam persiapan.

“Pengembangan inovasi membutuhkan proses yang panjang. Karena itu, jangan mudah menyerah ketika menghadapi kendala. Perbanyak riset dan pahami setiap aturan kompetisi secara teliti agar inovasi dapat dikembangkan secara lebih optimal,” ujar Rais.

Penulis: Abraham Chrisanta Putra

Editor: Yulia Rohmawati