UNAIR NEWS – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Dio Andrew Sheva Headen, meraih gelar Cak Favorit Surabaya (10/10/2026). Melalui pencapaian tersebut, Dio ingin memperluas kontribusi bagi Kota Surabaya, khususnya melalui promosi wisata dan sejarah kepada masyarakat luas.
Ketertarikan Dio mengikuti pemilihan Cak dan Ning Surabaya berawal dari keinginan untuk berkontribusi bagi kota kelahiran. Menurutnya, ajang tersebut membuka ruang bagi generasi muda untuk berkarya, mengembangkan kemampuan, sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Minat pada bidang tour guiding juga mendorong Dio untuk mengenalkan kekayaan sejarah dan wisata Surabaya kepada lebih banyak orang.
“Menurut saya, Cak dan Ning Surabaya menyediakan ruang untuk berkarya dan berkegiatan yang berdampak. Sehingga saya dapat berkontribusi dan meningkatkan kemampuan saya di waktu yang bersamaan,” ungkapnya.
Peran di Ruang Publik
Selama mengikuti rangkaian pemilihan, Dio menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara Ujian Tengah Semester (UTS) dan agenda seleksi. Kedua tanggung jawab tersebut menuntut pengelolaan waktu dan penentuan prioritas secara cermat. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan diri baginya.
“Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi UNAIR, saya memandang keterampilan komunikasi publik menjadi bekal penting dalam menjalankan peran saya,” jelasnya.
Kemampuan menyampaikan gagasan kepada khalayak luas turut mendukung upaya memperkenalkan potensi kota sekaligus mengajak anak muda mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Prestasi sebagai Awal Kontribusi
Baginya, gelar Cak Favorit Surabaya bukan tujuan akhir, melainkan bonus dari proses yang telah ia jalani. Fokus utama justru terletak pada kesempatan untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Saya juga berharap dapat mengajak Arek-Arek Suroboyo untuk terus bertumbuh dan menghadirkan dampak positif bagi Kota Surabaya,” ujarnya.
Dio turut mengajak mahasiswa UNAIR agar berani mencoba berbagai kesempatan pengembangan diri di luar perkuliahan. Menurutnya, keberanian mengambil langkah pertama dapat membuka kesempatan untuk mengenali potensi sekaligus memperluas pengalaman.
“Tanamkan prinsip bahwa kalian mengikuti ajang ini bukan datang langsung sebagai juara. Melainkan untuk belajar dan berkembang menjadi seorang juara,” pungkasnya.
Penulis: Vaneza Ika Artamevia
Editor: Yulia Rohmawati
