Universitas Airlangga Official Website

Relation between Blood Parameters and Platelet-Rich Fibrin Membrane Size for Ocular Graft

Foto oleh Flickr

Keratitis infektif merupakan kasus darurat pada mata dan merupakan salah satu penyebab kebutaan di dunia. Bakteri Pseudomonas aeruginosa merupakan penyebab keratitis paling sering. Proses kerusakan kornea akan tetap berjalan walaupun kuman penyebab telah tereradikasi. Hal ini diakibatkan proses imunologi baik secara intriksik maupun ekstrinsik dari toxin kuman yang masih ada pada permukaan bola mata. Apabila tidak ditatalaksana dengan terapi yang cepat dan tepat keratitis dapat berkomplikasi antara lain menjadi neovaskularisasi kornea. Pada laporan WHO 2019, setiap tahunnya terdapat 1,5-2 juta kasus baru kebutaan akibat kekeruhan dan neovaskularisasi kornea yang berhubungan dengan infeksi. Di Indonesia, melalui survey RAAB (Rapid Assesment of Avoidable Blindness) tahun 2014-2016 didapatkan kekeruhan kornea non-trakomatous sebanyak 4,3% dari total kasus kebutaan.

Sebanyak 12 kelinci putih New Zealand (Oryctalogus cuniculus) dilakukan induksi keratitis dengan inokulasi Pseudomonas aeruginosa. Dua hari setelah dilakukan induksi keratitis, kelinci dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing kelompok sebanyak 6 kelinci. Kelompok pertama adalah kelinci yang diberi terapi antibiotik saja, sedangkan kelompok kedua adalah kelinci yang diberi terapi antibiotik dan graft Platelet Rich Fibrin (PRF). Luas neovaskularisasi kornea secara klinis diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Ekspresi vascular endothelial growth factor (VEGF) dan ekspresi pigment epithelial derived factor (PEDF) pada lapisan epitel, stroma dan endotel kornea dievaluasi dengan pemeriksaan imunohistokimia pada hari ke-10 setelah induksi keratitis.

Hasil penelitian ini didapatkan bahwa PRF dapat menghambat ekspresi VEGF dan menstimulasi ekspresi PEDF pada kornea hewan model keratitis Pseudomonas aeruginosa di hari ke-10. Namun, tidak didapatkan perbedaan neovaskularisasi secara klinis.

Penulis: Nandang Sudrajat1, Bimanda Rizki Nurhidayat1, Oggy Satriya1, Ismi Zuhria1, Rozalina Loebis1

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

https://www.neuroquantology.com/article.php?id=3053

Judul Jurnal:

Relation between Blood Parameters and Platelet-Rich Fibrin Membrane Size for Ocular Graft

1Department of Ophthalmology, Faculty of Medicine Universitas Airlangga/ Dr. Soetomo General Academic Hospital, Jl. Mayjen. Prof. Dr. Moestopo 4-7, Surabaya,60286, Indonesia

https://doi.org/10.14704/nq.2022.20.4.NQ22258