Universitas Airlangga Official Website

REMAJA OBESITAS DAN KESEHATAN PEMBULUH DARAH

ilustrasi obesitas pada anak (sumber: kompas)

Kesehatan pembuluh darah bukan hanya kepentingan orang dewasa. Faktanya, remaja dengan obesitas juga berisiko mengalami gangguan fungsi endotel (lapisan dalam pembuluh darah) yang bisa menjadi awal dari berbagai penyakit jantung. Sebuah studi menarik dari Surabaya mencoba menjawabnya, khususnya dengan meneliti peran dua indikator penting yaitu elevated soluble ACE2 (sACE2) dan Flow-mediated dilatation (FMD). sACE2 adalah enzim yang berperan dalam sistem peredaran darah dan juga terkait dengan COVID-19 karena menjadi “pintu masuk” virus ke dalam sel. Kadar sACE2 yang tinggi sering dikaitkan dengan kerusakan pembuluh darah. FMD adalah cara non-invasif untuk mengukur seberapa baik pembuluh darah bisa melebar sebagai respons terhadap peningkatan aliran darah indikator fungsi endotel yang sehat.

Studi ini melibatkan 72 remaja Indonesia berusia rata-rata 16 tahun, dibagi dalam tiga kelompok, yaitu remaja obesitas dengan hipertensi, remaja obesitas tanpa hipertensi dan remaja dengan berat badan normal (kontrol). Peneliti mengukur tekanan darah, kadar gula, kolesterol, sACE2, serta FMD untuk menilai kondisi pembuluh darah. Hasil utama yaitu tidak ada perbedaan signifikan kadar sACE2 antara ketiga kelompok.
Nilai FMD sedikit lebih tinggi pada remaja dengan berat badan normal, namun perbedaan ini tidak signifikan secara statistik. Tidak ada hubungan yang berarti antara kadar sACE2 dengan FMD. Dengan kata lain, meskipun remaja obesitas memiliki tekanan darah lebih tinggi dan kadar HDL (kolesterol baik) lebih rendah, hal itu belum menyebabkan gangguan fungsi pembuluh darah yang terdeteksi secara signifikan melalui FMD atau sACE2.

Penelitian ini menunjukkan bahwa obesitas dan hipertensi di usia remaja mungkin belum langsung menunjukkan kerusakan pembuluh darah yang nyata. Salah satu penjelasan adalah pengaruh hormon steroid alami seperti estrogen dan testosteron, yang sedang tinggi-tingginya di masa pubertas dan diketahui memiliki efek pelindung terhadap pembuluh darah. Namun, ini bukan berarti obesitas remaja aman. Efek jangka panjang terhadap pembuluh darah dan jantung bisa saja muncul seiring bertambahnya usia, apalagi jika gaya hidup tidak sehat tetap berlanjut.

Studi ini menjelaskan bahwa tidak ditemukan perbedaan bermakna dalam fungsi FMD dan kadar sACE2 antara remaja obesitas dan non-obesitas, dengan atau tanpa hipertensi. Namun, hasil ini tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan gaya hidup sehat. Menjaga berat badan ideal, makan sehat, dan aktif bergerak tetap penting agar pembuluh darah tetap sehat hingga dewasa.

Penulis: Dr. Meity Ardiana, dr., Sp.JP(K)FIHA

Link Publikasi : https://journal.iha.org.ir/article_223846.html