Universitas Airlangga Official Website

ROKOK DAN PEMBULUH DARAH: BAHAYA TERSEMBUNYI

Ilustrasi Merokok (Sumber: Gosign)
Ilustrasi Merokok (Sumber: Gosign)

Rokok sudah lama dikenal sebagai musuh utama jantung. Sebuah penelitian menarik menggunakan tikus percobaan Mus musculus mengungkap bagaimana paparan asap rokok dapat menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah yang bisa berujung pada aterosklerosis dan penyumbatan pembuluh darah yang mematikan. Penelitian ini melakukan eksperimen pada 12 ekor tikus jantan. Tikus-tikus ini dibagi menjadi beberapa 4 kelompok. Setelah masa paparan, aorta (pembuluh darah besar yang keluar dari jantung) tikus diperiksa untuk melihat ketebalan dinding pembuluh darah (intima-media thickness/IMT) dan ekspresi molekul VCAM-1, penanda kerusakan pembuluh darah. Hasil penelitian dimana dinding pembuluh darah jadi lebih tebal. Penelitian menunjukkan bahwa ketebalan dinding aorta (IMT) meningkat secara signifikan pada tikus yang terkena asap rokok selama 21 hari atau lebih. Namun, ekspresi VCAM-1, meski berkaitan dengan peradangan pembuluh darah, tidak meningkat secara signifikan selama periode tersebut. Artinya, dalam waktu singkat, asap rokok sudah cukup untuk memicu perubahan fisik pada pembuluh darah, walaupun belum sampai menunjukkan tanda-tanda peradangan secara molekuler.

Penebalan IMT merupakan tanda awal dari aterosklerosis, yang jika dibiarkan dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, penyakit jantung koroner dan gangguan sirkulasi di tungkai. Meskipun dalam studi ini VCAM-1 tidak meningkat, bukan berarti tidak terjadi kerusakan. Perubahan struktural dinding pembuluh adalah tanda awal bahaya yang mungkin akan diikuti oleh proses peradangan dan penyumbatan di kemudian hari.

Penelitian ini memperkuat fakta bahwa rokok bukan hanya berbahaya dalam jangka panjang, tetapi juga bisa menyebabkan perubahan pada pembuluh darah dalam waktu beberapa minggu saja. Jika hal ini terjadi pada tikus, besar kemungkinan efeknya pada manusia akan jauh lebih kompleks dan berbahaya. Jadi, bagi siapa pun yang masih merokok atau terpapar asap rokok, saatnya berpikir ulang. Pembuluh darah dapat memberi tanda dengan menebal, menyempit, dan pada akhirnya menyumbat.

Penulis: Dr. Andrianto, dr.,Sp.JP (K)., FIHA., FasCC.

Link Publikasi : https://www.e-coretvasa.cz/pdfs/cor/2025/03/08.pdf