Universitas Airlangga Official Website

Respons Imun Plasenta terhadap Infeksi Sars-Cov-2

Respons Imun Plasenta terhadap Infeksi Sars-Cov-2
Sumber: KlikDokter

Pandemi COVID-19 telah membawa dampak besar, termasuk pada kelompok rentan seperti ibu hamil. Penelitian terbaru dari Universitas Airlangga menunjukkan bahwa infeksi SARS-CoV-2 memengaruhi respons imun di plasenta, yang memiliki peran penting dalam melindungi janin selama kehamilan.

Plasenta adalah organ unik yang terbentuk selama kehamilan, bertugas menghubungkan ibu dan janin. Selain menyediakan nutrisi, plasenta juga bertindak sebagai penghalang terhadap infeksi. Namun, COVID-19 menunjukkan kemampuannya untuk menyerang plasenta melalui reseptor ACE2 dan TMPRSS2, yang juga menjadi pintu masuk virus ke sel manusia.

Penelitian ini melibatkan 64 sampel plasenta dari ibu hamil trimester ketiga, yang terbagi menjadi dua kelompok: ibu yang terinfeksi COVID-19 dan yang tidak terinfeksi. Dengan menggunakan teknik imunohistokimia, para peneliti mengukur ekspresi protein ASC oligomer, indikator utama kematian sel yang dikenal sebagai pyroptosis, dan interleukin-6 (IL-6), sebuah sitokin proinflamasi.

Hasil menunjukkan bahwa ekspresi ASC oligomer lebih tinggi pada kelompok yang terinfeksi COVID-19. Namun, menariknya, tidak ada peningkatan signifikan dalam ekspresi IL-6, yang menunjukkan bahwa inflamasi tidak selalu disertai dengan lonjakan sitokin.

Pyroptosis adalah bentuk kematian sel yang menyebabkan pelepasan molekul inflamasi. Proses ini ditemukan lebih sering terjadi pada plasenta ibu yang terinfeksi COVID-19 dibandingkan yang tidak. Meski demikian, penelitian ini tidak menemukan hubungan langsung antara tingkat keparahan gejala COVID-19 dengan tingkat pyroptosis di plasenta.

Ibu hamil dengan COVID-19 cenderung menghadapi risiko komplikasi yang lebih tinggi, seperti persalinan prematur dan asfiksia pada bayi baru lahir. Namun, studi ini menunjukkan bahwa meskipun infeksi meningkatkan pyroptosis, produksi sitokin seperti IL-6 tetap terkendali, yang mungkin menjadi mekanisme alami plasenta untuk melindungi janin.

Penemuan ini menyoroti pentingnya memahami mekanisme inflamasi di plasenta selama infeksi COVID-19. Pyroptosis yang tinggi tanpa peningkatan sitokin seperti IL-6 menunjukkan bahwa respons imun plasenta memiliki keseimbangan unik dalam menghadapi SARS-CoV-2.

Langkah selanjutnya adalah mengkaji bagaimana variasi genetik, kadar virus, atau kondisi medis lain memengaruhi respons imun plasenta. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang pada bayi yang lahir dari ibu dengan COVID-19.

Artikel ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan, terutama di tengah pandemi. Pemahaman lebih lanjut mengenai respons plasenta terhadap COVID-19 dapat membantu dalam pengembangan intervensi medis yang lebih baik.

Penulis: Dahlia Ningruma, Manggala Pasca Wardhanaa, Erry Gumilar Dachlana, Aditiawarman Aditiawarmana, Grace Ariani

Link: https://10.48309/jmpcr.2025.481443.1450

Baca juga: Perbandingan Perawatan Uroginekologi di Rumah Sakit Sebelum dan Selama Infeksi SARS CoV-2