UNAIR NEWS – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menggelar pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada pekan lalu. Pertemuan yang digadang-gadang menjadi awal perjanjian damai Ukraina dan Rusia itu sayangnya tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan.
Menanggapi insiden tersebut, Dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga (UNAIR), Radityo Dharmaputra buka suara. Menurutnya, pertemuan itu merupakan bentuk pemerintah AS menilai cara Ukraina memenangkan hati Trump dengan menundukkan kepala dan menerima apapun yang diinginkan Trump. AS nampak ingin memaksakan perdamaian, walaupun saat ini terlihat menekan Ukraina saja.




