Riset Plasma dan Simulasi Digital Buka Peluang Inovasi Teknologi Terapan

35 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Inovasi teknologi tidak cukup bertumpu pada penguasaan teori, tetapi juga membutuhkan kemampuan menguji dan menyempurnakan hasil penelitian. Keterkaitan antara riset, simulasi digital, dan praktik teknik tersebut menjadi salah satu gagasan yang disampaikan Associate Professor Dr Ahmad Nazri Dagang dari Universiti Malaysia Terengganu dalam 8th International Conference on Vocational Innovation and Applied Sciences (ICVIAS), Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Majapahit, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.

Dalam konferensinya yang bertema Applied Digital Innovation for Work-Ready Solutions tersebut, Dr Nazri memaparkan bagaimana riset fisika plasma dapat dikembangkan menjadi teknologi terapan. Ia juga menyoroti peran simulasi digital dalam membantu peneliti menguji rancangan sebelum melanjutkan penelitian ke tahap eksperimen.

Dr Nazri menjelaskan penggunaan simulasi digital dalam penelitian antena plasma. Melalui simulasi, peneliti dapat menguji berbagai parameter dan memprediksi perilaku sistem sebelum melakukan eksperimen fisik. Pendekatan ini membantu peneliti menentukan rancangan eksperimen secara lebih terarah. Terutama ketika penelitian membutuhkan peralatan khusus dan biaya yang besar.

Ia juga memaparkan pemanfaatan teknologi plasma untuk memproses permukaan material sel surya. Penelitian tersebut mencakup karakterisasi permukaan dan pengujian kemampuan material dalam menyerap cahaya. Proses ini membantu peneliti mengevaluasi karakteristik material sekaligus menentukan bagian yang perlu diperbaiki.

Menurutnya, proses penelitian tidak berhenti setelah eksperimen menghasilkan data. Peneliti perlu menganalisis temuan, memvalidasi hasil, dan melakukan perbaikan untuk mengoptimalkan teknologi yang dikembangkan.

“Hal yang paling penting adalah bagaimana kita menganalisis, memvalidasi, dan meningkatkan hasilnya,” jelasnya.

Proses penelitian tersebut juga menunjukkan pentingnya pengalaman praktik dalam pendidikan teknik. Mahasiswa perlu menerapkan pengetahuan melalui kegiatan merancang, mengukur, menganalisis, dan menguji hasil eksperimen. Mereka juga perlu menguasai teknologi digital untuk melakukan simulasi, mengolah data, serta mengidentifikasi masalah.

“Pembelajaran teknik perlu membiasakan mahasiswa menghadapi persoalan nyata, termasuk ketika hasil eksperimen tidak sesuai dengan perkiraan,” ujarnya. Melalui proses tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, melakukan troubleshooting, dan menentukan perbaikan berdasarkan hasil analisis.

Selain keterampilan teknis, ia menyoroti pentingnya kerja tim dan komunikasi. Mahasiswa perlu berkolaborasi karena pengembangan teknologi kerap membutuhkan beragam keahlian untuk menghasilkan solusi yang tepat. Gagasan tersebut menegaskan bahwa kesiapan kerja tidak hanya bergantung pada pengetahuan yang dikuasai mahasiswa, tetapi juga pada kemampuan mereka menerapkannya.

Penulis: Vaneza Ika Artamevia

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top