Universitas Airlangga Official Website

Rumah Lebih Aman, Lansia Lebih Mandiri

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Banyak orang menganggap jatuh pada lansia sebagai hal yang biasa terjadi seiring bertambahnya usia. Padahal, kejadian jatuh dapat menimbulkan dampak yang cukup serius, mulai dari luka ringan, patah tulang, penurunan kemandirian, hingga meningkatkan kebutuhan perawatan kesehatan jangka panjang. Secara global, sekitar sepertiga lansia berusia di atas 65 tahun mengalami setidaknya satu kali jatuh setiap tahun. Kondisi ini menjadikan pencegahan jatuh sebagai salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup lansia agar tetap mandiri dan aktif dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu faktor yang sering tidak disadari sebagai penyebab jatuh adalah kondisi lingkungan rumah yang kurang aman. Rumah yang sehari-hari digunakan justru dapat menjadi sumber risiko apabila terdapat pencahayaan yang kurang memadai, lantai yang licin, karpet yang mudah bergeser, barang yang menghalangi jalan, atau kamar mandi yang tidak dilengkapi pegangan. Seiring bertambahnya usia, kemampuan keseimbangan, kekuatan otot, penglihatan, dan kecepatan reaksi cenderung menurun. Perubahan tersebut membuat lansia menjadi lebih rentan tersandung atau terpeleset, bahkan oleh hambatan kecil yang sebelumnya tidak menimbulkan masalah.

Penelitian yang dilakukan oleh Rista Fauziningtyas, Inge Dhamanti, Sylvia Dwi Wahyuni, Trihaningsih Puji Astuti, dan Desi Novitasari dari Universitas Airlangga bersama Mei-Chan Chong dari Universiti Malaya menunjukkan bahwa upaya sederhana berupa penilaian risiko bahaya di rumah dan perbaikan lingkungan dapat membantu menurunkan kejadian jatuh pada lansia. Penelitian ini merupakan systematic review dan meta-analysis yang menggabungkan berbagai penelitian eksperimental berkualitas tinggi dengan total lebih dari 3.000 partisipan lansia yang tinggal di masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa modifikasi lingkungan rumah dapat menurunkan risiko jatuh sekitar 31 persen serta mengurangi kejadian jatuh yang memerlukan penanganan medis hingga 41 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan rumah merupakan faktor penting yang dapat dimodifikasi untuk mendukung proses penuaan yang sehat dan aman.

Perubahan pada lingkungan rumah sebenarnya tidak selalu rumit atau mahal. Banyak penyesuaian sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko jatuh, seperti memperbaiki pencahayaan agar ruangan lebih terang, menata ulang furnitur agar jalur berjalan lebih luas, memastikan lantai tidak licin, serta menyediakan pegangan pada area yang berisiko seperti kamar mandi dan tangga. Selain itu, penggunaan alas anti-slip dan pengaturan posisi barang agar mudah dijangkau dapat membantu lansia bergerak dengan lebih aman. Penyesuaian tersebut tidak hanya membantu mengurangi risiko cedera, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Penelitian ini juga menekankan bahwa penilaian kondisi rumah sebaiknya mempertimbangkan aktivitas harian lansia, termasuk kebiasaan berjalan pada malam hari, penggunaan alat bantu jalan, serta pola aktivitas di dalam rumah. Dengan memahami rutinitas sehari-hari, perbaikan lingkungan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu sehingga lebih efektif dalam mencegah jatuh. Menariknya, beberapa penelitian menemukan adanya peningkatan laporan cedera ringan setelah dilakukan program pencegahan jatuh. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh meningkatnya kesadaran lansia dan keluarga dalam memperhatikan serta melaporkan kejadian jatuh, bukan karena intervensi meningkatkan risiko cedera. Secara keseluruhan, kejadian jatuh yang memerlukan penanganan medis justru mengalami penurunan, yang menunjukkan bahwa intervensi lingkungan tetap memberikan manfaat nyata bagi kesehatan lansia.

Upaya menciptakan rumah yang aman bagi lansia juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan kesehatan yang baik dan kesejahteraan (SDG 3), pengurangan ketimpangan (SDG 10), serta pembangunan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua kelompok usia (SDG 11). Lingkungan rumah yang aman membantu lansia mempertahankan kemandirian lebih lama, mengurangi kebutuhan perawatan kesehatan, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Selain itu, kolaborasi antara peneliti lintas institusi juga mencerminkan pentingnya kemitraan global dalam menghasilkan solusi berbasis bukti untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.

Dengan meningkatnya jumlah populasi lansia, perhatian terhadap keselamatan lingkungan rumah menjadi semakin penting. Rumah yang aman bukan hanya memberikan perlindungan dari risiko cedera, tetapi juga mendukung lansia untuk tetap aktif, percaya diri, dan berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan lansia, sekaligus membantu keluarga memberikan dukungan terbaik bagi orang tua atau anggota keluarga lanjut usia.

Penulis: Rista Fauziningtyas, Ph.D

Artikel asli dapat diakses melalui:

https://link.springer.com/article/10.1007/s10900-026-01551-4

References:

Fauziningtyas, R., Dhamanti, I., Wahyuni, S.D. et al. Effectiveness of Home Hazard Assessment and Environmental Modification on Fall-Related Outcomes in Older Adults: A Systematic Review and Meta-analysis. J Community Health (2026). https://doi.org/10.1007/s10900-026-01551-4