Universitas Airlangga Official Website

Rutinoside Menghambat Kerusakan Sendi pada Model Tikus Osteoartritis

Ilustrasi Osteoartritis (sumber; Boost)

Osteoartritis (OA) adalah penyakit keradangan pada sendi. Osteoartritis diderita jutaan orang di seluruh dunia dan salah satu penyakit yang umum dijumpai. Gangguan OA terutama menyerang sendi yang menahan beban seperti pinggul, lutut, dan tulang belakang. Gangguan OA mengakibatkan ketidaknyamanan, berkurangnya mobilitas, dan berkurangnya produktivitas. Osteoartritis yang progresif merusak tulang rawan sendi, tulang subkondral
dan peradangan sinovial. Osteoartritis berdampak pada kualitas hidup penderitanya.

Penyebab OA beragam dan rumit, melibatkan genetik, lingkungan, dan faktor biomekanik. Selama perkembangan OA, beberapa faktor bekerja sama mendegradasi tulang rawan dan mengganggu fungsi sendi. Stres oksidatif, peradangan, dan aktivitas katabolik kondrosit ikut berkontribusi dalam mekanisme kerusakan sendi pada OA. Mekanisme OA diketahui melalui penelitian terdahulu menggunakan model tikus yang diinduksi menggunakan monoiodoacetate (MIA).

Rutinoside, senyawa yang secara alami terdapat dalam buah dan tanaman. Rutinoside telah menunjukkan efek terapeutik yang luar biasa dalam mengobati beberapa penyakit karena efek antioksidan dan anti inflamasinya. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan kapasitasnya untuk menetralisir ROS dan mengontrol jalur inflamasi untuk melindungi sel dari stres oksidatif dan mengurangi keradangan. Efek Rutinoside pada degradasi tulang rawan artikular dan mekanisme kerja yang mendasarinya belum diketahui dengan jelas.

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek terapeutik rutinoside dalam menghambat progresivitas degenerasi tulang rawan artikular pada tikus model osteoartritis yang diinduksi dengan monosodium iodoasetat (MIA). Penelitian ini terfokus pada aktivitas menganalisis kerja rutinoside terhadap kerusakan oksidatif dan aktivitas katabolik pada kondrosit.

Tikus yang digunakan sebagai subjek penelitian ini dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu tikus sehat, tikus sakit OA dan tikus sakit OA yang diberi rutinoside. Rutinoside diberikan setiap hari selama 28 hari dengan dosis 100 mg/kg melalui sonde lewat mulut tikus. Setelah 28 hari, tikus yang diberi Rutinoside mengalami penurunan penanda stress oksidatif, inflamasi dan kerusakan sendi. Variabel MDA, CTX II, NFKB dan MMP13 semua terbukti lebih rendah ditemukan pada tikus sakit OA yang diberikan Rutinoside.

Temuan ini adalah yang pertama pada penyakit OA. Ke depan, Rutinoside sangat menjanjikan untuk diujicoba pada uji klinis dengan subjek manusia. Rutinoisde dapat menjadi salaj satu solusi bagi OA yang menghambat mobilitas manusia

Penulis : Bambang Purwanto, dkk
Sumber artikel : Protective Effects of Rutinoside on Oxidative Induced Articular Cartilage Damage and Catabolic Activity in Rat Chondrocyte, Normasari, Rena, Purwanto Bambang, and Tinduh Damayanti , Pharmacognosy Journal, April 2024, Volume 16, Issue 2, p.360-365, (2024)