UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Kontingen Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate UNAIR sukses memborong total 15 medali dalam ajang UDINUS National Karate Championship 2026. Kompetisi bergengsi tersebut berlangsung pada 22–23 Mei 2026 di Udinus Sport Center, Semarang.
Dalam kejuaraan nasional ini, kontingen UNAIR berhasil membawa pulang 8 medali emas, 6 medali perak, dan 1 medali perunggu. Perolehan luar biasa tersebut terbagi ke dalam dua kategori utama, yakni kategori kumite dengan perolehan 5 Emas, 3 Perak, dan 1 Perunggu, sementara kategori Kata dengan perolehan 3 Emas dan 3 Perak
Bukan Sekadar Medali, tapi Tolak Ukur Pembinaan
Dhika Aflha Arthantho, sebagai Ketua UKM Karate UNAIR mengungkapkan bahwa partisipasi mereka dalam Piala Rektor UDINUS II tahun ini membawa misi besar. Target utama tim bukan hanya sekadar membawa pulang medali, melainkan sebagai parameter untuk mengukur efektivitas pembinaan atlet yang telah berjalan selama ini.
“Kejuaraan ini menjadi ajang untuk menunjukkan kualitas atlet UKM Karate UNAIR di tingkat nasional. Sekaligus, membangun pengalaman bertanding yang lebih luas. Selain itu, kami ingin membawa nama baik Universitas Airlangga dan membuktikan bahwa atlet UNAIR mampu bersaing dengan perguruan tinggi maupun kontingen lain dari berbagai daerah,” ujarnya Dhika.
Strategi Ketat dan Adaptasi Metode Latihan
Keberhasilan memborong belasan medali ini tidak mereka raih secara instan. Pengurus dan tim pelatih menerapkan seleksi internal yang ketat. Pemilihan atlet tidak hanya berdasakan pada kemampuan teknis semata, tetapi juga aspek kedisiplinan, performa selama sesi latihan, komitmen, serta mentalitas pantang menyerah.
Menghadapi tensi pertandingan yang tinggi di tahun 2026, UKM Karate UNAIR juga melakukan inovasi pada metode latihan fisik dan teknik. Tim pelatih memperbanyak simulasi pertandingan, latihan kecepatan pengambilan keputusan (decision making), hingga evaluasi taktis melalui rekaman video pertandingan.
“Sebelum pertandingan, tim pelatih melakukan analisis terhadap karakteristik lawan yang berpotensi kami hadapi. Atlet juga dibekali beberapa skenario pertandingan dan strategi yang berbeda sesuai kategori masing-masing,” tambahnya.
Momentum Regenerasi dan Menuju Panggung Internasional
Ajang di Semarang ini dinilai sangat krusial bagi eksistensi dan regenerasi organisasi. Prestasi ini diharapkan mampu mendongkrak minat mahasiswa baru, khususnya para atlet muda, untuk bergabung dengan UNAIR dan meneruskan tongkat estafet prestasi UKM Karate.
Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi potret nyata kesiapan tim sebelum melangkah ke turnamen yang jauh lebih besar. Hasil evaluasi fisik, mental, dan taktik di Udinus Sport Center kemarin akan menjadi modal utama untuk mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan tingkat internasional yang akan datang.
“Jangan pernah takut untuk memulai sesuatu. Setiap pencapaian besar selalu berawal dari langkah kecil dan keberanian untuk mencoba. ‘The fears we don’t face become our limits.’ Teruslah berusaha, berkembang, dan melangkah maju meskipun perlahan. Karena konsistensi dan kerja keras akan membawa kita pada hasil yang membanggakan,” pungkas Dhika.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Ragil Kukuh Imanto





