Sebagai wujud rasa kemanusiaan dan kepedulian sesama manusia, Perpustakaan Universitas Airlangga kembali menyelenggarakan kegiatan bakti sosial donor darah dalam rangka menyemarakkan ulang tahun perpustakaan ke-70. Kegiatan ini berlansung pada Rabu (28/5/2025) dan bertempat di Ruang Wiyata Perpustakaan UNAIR Kampus Dharmawangsa-B.
Kegiatan donor darah merupakan satu dari berbagai agenda Perpustakaan UNAIR. Beberapa di antaranya adalah seminar nasional, Musicoustics, kampanye klub buku, silaturahmi dan halal bihalal bersama keluarga besar Perpustakaan UNAIR, TikTok Challenge, serta meet and greet.
Staf Perpustakaan UNAIR, Andri Yanti S A menyampaikan dalam penyelenggaraan kegiatan donor darah, Perpustakaan UNAIR bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya. Seluruh civitas akademika UNAIR dan masyarakat umum dapat mengikuti kegiatan ini.
“Donor darah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan perpustakaan UNAIR setiap tahun guna memeriahkan rangkaian ulang tahun Perpustakaan UNAIR. Donor darah menjadi wujud kepedulian kami terhadap sesama. Lewat kerjasama dengan PMI Surabaya, kami ingin menunjukkan bahwa perpustakaan juga bisa menjadi ruang untuk membantu pihak yang membutuhkan,” ujar Yanti.
Dalam pelaksanaan kegiatan, peserta terlebih dahulu mengisi data diri pada aplikasi HeroBlood dan melakukan pemeriksaan kesehatan. Peserta yang telah memenuhi persyaratan seperti Tes hemoglobin (Hb); berat badan ≥ 46 kg; dan tidak sedang mengonsumsi obat-obat, dapat mengikuti donor darah.
Tantangan pelaksanaan Bakti Sosial Donor Darah
Mendekati hari libur nasional, antusiasme civitas akademika Universitas Airlangga dan masyarakat umum tetap tinggi untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Ruang Wiyata tampak ramai, terutama menjelang siang hari. Meski kegiatan berlangsung dengan lancar, tetap ada beberapa tantangan dalam pelaksanaannya. Beberapa peserta tidak dapat mengikuti donor darah karena tidak memenuhi persyaratan. Seperti berat badan yang belum mencukupi atau kondisi peserta perempuan yang sedang mengalami menstruasi.
Kendati demikian, antusiasme yang tinggi dari para peserta menjadi semangat tersendiri bagi penyelenggara. Melalui kegiatan ini, perpustakaan berharap dapat menunjukkan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat untuk membaca dan mengerjakan tugas. Lebih dari itu, perpustakaan diharapkan dapat menjadi ruang komunitas yang hidup. Selain itu bisa berguna sebagai tempat berkumpulnya berbagai kalangan untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan kekinian yang bermanfaat.
Nama: Kania Khansanadhifa Kallista
Editor: Ragil Kukuh Imanto





