Universitas Airlangga Official Website

Sekresi Osteocalcin pada Scaffold Chitosan-Hydroxyapatite

Sekresi Osteocalcin pada Scaffold Chitosan-Hydroxyapatite
Sumber: KlikDokter

Rekayasa jaringan telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pemanfaatan cangkok tulang untuk beregenerasi tulang. Penggabungan kitosan dan hidroksiapatit sebagai scaffold meningkatkan kemampuan osteokonduktif. Human adipose derived mesenchymal stem cells (hADMSCs) berpotensi berdiferensiasi menjadi osteoblas dan dapat mempercepat proses osteogenesis. 

Tujuan: Untuk menentukan sekresi osteocalcin pada scaffold chitosan-hydroxyapatite (CS-HA) dengan seeding cryopreserved hADMSC pada penelitian secara in vitro. Metode: Proses penelitian dilakukan pada fozen hADMSC , yang kemudian dilakukan pemeriksaan karakterisasi dengan menggunakan imunositokimia. hADMSCs di seeding pada scaffold CS-HA. Pemeriksaan kadar sekresi osteocalcin dilakukan dengan mengumpulkan lapisan supernatan dari kultur sel pada kelompok pengamatan hari ke 7, 14 dan 21 dengan menggunakan Elisa Kit . 

Hasil: Observasi pemeriksaan dengan SEM membuktikan bahwa scaffold chitosan-hidroksiapatit, memiliki struktur pori yang sesuai, karena hADMSC dapat menempel dan berdeferensiasi ketika menempel pada pori scaffold. Ada yang perbedaan yang signifikan pada sekresi osteocalcin pada hari ke-7, 14 dan 21 dari hasil ELISA. 

Penulis : Prof. Dr. Michael Josef Kridanto Kamadjaja, drg., MKes., Sp.Pros subsp.PKIKG (K)

Link: https://doi.org/10.30574/wjarr.2024.23.2.2314

Baca juga: Cryosurgery dan Rekonstruksi Tulang untuk Pengobatan Tumor Tulang Ganas