Universitas Airlangga Official Website

Semarak HUT ke-81 RI, Ekspedisi Patriot UNAIR Berbaur dalam Karnaval Budaya Prafi

Potret kebersamaan yang penuh keceriaan antara sekelompok relawan berompi biru dan aparat setempat saat berfoto bersama di sebuah lapangan terbuka (Foto: Dokumentasi Tim)

UNAIR NEWS – Semangat kebersamaan dan gotong royong mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Pada Rabu (26/8/2026), Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) turut ambil bagian dalam Karnaval Budaya bersama masyarakat setempat.

Dipimpin Dr Muthmainnah, SKM MKes, tim yang terdiri atas Sri Rahmawati, SPsi, MSi; Surma Elisa Manihuruk, SKM MKes; Anggun Anggifosari, SIKom; Imeldawaati Tambunan, SKM; dan Widyasari Yuni Agustin, ST, tidak sekadar mengikuti parade. Tim juga membantu pendampingan peserta, pengaturan barisan, hingga memastikan jalannya karnaval berlangsung tertib.

“Karnaval ini bukan sekadar perayaan kemerdekaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat persatuan, mengenal kekayaan budaya masyarakat Prafi, dan menumbuhkan semangat gotong royong. Kami merasa senang dapat hadir, berbaur, dan bekerja bersama masyarakat dalam suasana yang penuh kebersamaan,” ujar Dr Muthmainnah.

Karnaval Budaya menghadirkan beragam busana tradisional, atraksi, kreativitas pelajar, serta identitas budaya masyarakat Prafi. Peserta berasal dari berbagai kampung, sekolah, komunitas, dan unsur masyarakat yang turut memeriahkan perayaan kemerdekaan.

Selama kegiatan, Tim Ekspedisi Patriot UNAIR membantu mendampingi barisan pelajar, mengatur peserta, dan menata alur rute parade. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat melalui ruang interaksi yang lebih dekat dan setara.

Anggun Anggifosari, SIKom, menilai karnaval menjadi media komunikasi sosial yang mampu mempertemukan masyarakat dari beragam latar belakang. “Melalui karnaval, masyarakat dapat menampilkan identitas, kreativitas, dan kebanggaan terhadap budayanya. Interaksi yang terbangun juga membantu kami memahami karakter masyarakat Prafi,” ungkapnya.

Selain membantu kelancaran parade, tim turut menjaga kebersihan di sepanjang jalur karnaval. Sampah yang dihasilkan selama kegiatan dipilah berdasarkan jenisnya, termasuk memisahkan bahan yang masih dapat didaur ulang sebagai bentuk edukasi lingkungan secara langsung.

Widyasari Yuni Agustin, ST, mengatakan kegiatan masyarakat berskala besar perlu diiringi kepedulian terhadap lingkungan. “Kemeriahan sebuah kegiatan seharusnya tidak meninggalkan persoalan lingkungan. Melalui kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan bersama, kita dapat menunjukkan bahwa perayaan budaya juga bisa dilaksanakan secara lebih bertanggung jawab,” jelasnya.

Keterlibatan tersebut sekaligus mendukung SDG 11 tentang permukiman berkelanjutan melalui pelestarian budaya dan penguatan kohesi sosial, SDG 12 melalui praktik pengelolaan sampah, serta SDG 17 melalui kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Semangat kemerdekaan di Prafi pun diwujudkan melalui kolaborasi, kepedulian, dan kebersamaan.

Penulis: Dheva Yudistira Maulana

Editor: Yulia Rohmawati