Universitas Airlangga Official Website

Separuh Anak Sekolah Full-Day di Kota Besar Kelebihan Berat Badan, Ini Penyebabnya

Sumber; Tribunnews
Sumber; Tribunnews

Penelitian tahun 2019 di Kota Surabaya dari Universitas Airlangga mengungkapkan fakta mengejutkan: 41,8% siswa sekolah dasar full-day di Surabaya mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Kondisi ini lebih banyak dialami anak laki-laki dibandingkan perempuan.

Penelitian yang melibatkan 110 siswa kelas IV dan V ini menunjukkan bahwa kebiasaan makan dan preferensi makanan sangat berperan dalam status gizi anak. Anak laki-laki gemuk cenderung lebih sering makan, namun justru lebih jarang sarapan. Selain itu, mereka lebih menyukai camilan tidak sehat seperti chiki dan wafer asin, sementara preferensi terhadap sayur seperti wortel dan bayam tidak jauh berbeda dengan anak berbadan normal.

Makan bersama keluarga, terutama saat sarapan dan makan malam, terbukti dampak positif pada kualitas gizi anak. Sayangnya, anak dengan status gizi berlebih lebih jarang makan bersama keluarga dibandingkan anak berbadan normal.

Penelitian ini menegaskan bahwa lingkungan sekolah dan rumah memegang peran penting dalam membentuk pola makan anak. Orang tua dan sekolah perlu menyediakan pilihan makanan sehat dan membangun kebiasaan makan teratur, terutama sarapan.

Dengan tingginya angka kegemukan ini, para peneliti menyerukan perhatian lebih terhadap program makan siang di sekolah, penyediaan snack sehat, serta edukasi bagi orang tua untuk mengontrol pola makan anak sejak dini.

Penulis: Rian Diana

Sumber: Diana, R., Setyaningtyas, S. W., & Arimbi, A. N. (2025). Food Preferences, Eating Habits, and Nutritional Status of Full-Day School Students in Urban Areas: Preferensi Makanan, Kebiasaan Makan, dan Status Gizi Anak Sekolah Full-day di Perkotaan. Amerta Nutrition, 9(1), 169–175.

https://doi.org/10.20473/amnt.v9i1.2025.169-175

Baca juga: Penghentian Kehamilan Masih Tinggi: Ini Faktor Pemicunya