Universitas Airlangga Official Website

Silver Naopartikel Untuk Membantu Mempercepat Penyembuhan Luka

Ilustrasi luka (sumber: klikdokter)
Ilustrasi luka (sumber: klikdokter)

Luka dapat didefinisikan sebagai kerusakan atau hilangnya jaringan tubuh dan dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti luka sayat, sayatan, atau laserasi. Proliferasi, remodeling atau pematangan, dan inflamasi adalah tiga proses fisiologis dalam penyembuhan luka. Infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang resistan terhadap methicillin, juga dikenal sebagai MRSA, sangat menghambat penyembuhan luka. Infeksi biasanya diobati dengan antibiotik. Namun, penggunaan jangka panjang atau dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik, yang membuat infeksi ini sulit diobati. Oleh karena itu, terapi alternatif diperlukan. Fotobiomodulasi, metode cahaya laser berdaya rendah, mempercepat penyembuhan luka tanpa menghasilkan panas yang berbahaya.

Terapi fotodinamik antimikroba (PDT) adalah metode non-termal yang mengubah potensial redoks sel, mendorong peningkatan oksidasi, spesies oksigen reaktif (ROS), dan pertumbuhan fibroblas. Ini juga meningkatkan angiogenesis, neovaskularisasi, dan produksi kolagen, sehingga menghentikan mikroba patogen dan endotoksinnya. Beberapa bakteri secara alami mengandung bahan kimia fotosensitizer yang peka cahaya seperti porfirin. Interaksi cahaya dengan fotosensitizer akan memicu reaksi fotofisika dan fotokimia menghasilkan berbagai spesies ROS. ROS yang dihasilkan memecah membran bakteri berinteraksi dengan fosfolipid dan protein dinding sel menyebabkan lisis sel.

Fotosensitizer dalam ukuran nano memiliki kelebihan karena permukaannya yang luas sehingga dapat menyerap energi cahaya lebih maksimal. Berbagai penelitian menunjukkan kelebihan nanofotosensitizer dalam terapi fotodinamik untuk inaktivasi mikroba pathogen. Nanopartikel perak (AgNPs) merupakan agen antimikroba yang fantastis dan memiliki sifat antibakteri yang luar biasa saat ini. Pemanfaatan AgNP menurunkan dosis antibiotik dan nanopartikel yang diperlukan untuk memberikan dampak antibakteri terhadap berbagai bakteri, sehingga mengurangi kemungkinan efek samping.Salah satu proses ramah lingkungan yang paling populer adalah sintesis AgNP yang memanfaatkan ekstrak tumbuhan sebagai zat pereduksi dan penstabil seperti ekstrak biji anggur, telah efektif digunakan untuk membuat nanopartikel logam perak (Ag0) dari ion perak (Ag+).  Ekstrak biji anggur (Grape seed extract/GSE) kaya akan senyawa polifenol dan metabolit sekunder, memiliki aktivitas antimikroba yang signifikan terhadap bakteri Gram-negatif dan Gram-positif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pengobatan GSE-AgNPs dan terapi laser biru secara signifikan meningkatkan penyembuhan luka dibandingkan dengan pengobatan individual. Penggunaan AgNPs sebagai nanofotosensitizer mempercepat re-epitelialisasi, pengurangan ukuran luka sebesar 60%, dan penurunan dalam jumlah bakteri Staphylococcus aureus substansial sebesar 88,73%. Respons imun juga meningkat secara signifikan, dengan kadar limfosit meningkat sebesar 75% dan monosit sebesar 50%, yang berkontribusi pada pengendalian infeksi yang lebih baik dan penyembuhan yang lebih cepat. Studi ini menyimpulkan bahwa GSE-AgNP yang diaktifkan oleh laser biru menawarkan strategi terapi yang menjanjikan untuk mempercepat penyembuhan luka dan secara efektif memerangi infeksi bakteri, khususnya MRSA. Pengurangan jumlah bakteri yang signifikan, dikombinasikan dengan peningkatan respons imun dan penutupan luka, menyoroti potensi terapi kombinasi ini untuk aplikasi klinis dalam manajemen luka.

Penulis: Suryani Dyah Astuti dan Akhmad Khalil Yaqubi

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://www.veterinaryworld.org/Vol.18/March-2025/2.php

Baca juga: Katalis Berbasis Subnanometer Klaster Paladium pada Pemukaan Seng Oksida untuk Mengubah CO2 Menjadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan