UNAIR NEWS – Awal memasuki studi S-2 di UNAIR, Sira Te’dang Patandean S.Psi., M.Psi., sudah mempunyai keinginan untuk menjadi wisudawan terbaik dengan lulus tepat waktu. Kini keinginan itu telah ia genggam. Lulus dengan IPK 3,89, Sira sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah mengabulkan asanya.
“Saya tidak menyangka dengan IPK itu, padahal dosen di sini sangat sulit memberi nilai tinggi. Apalagi ditambah dengan dosen yang tegas saat mengajar. Jika di kelas tidak ada yang ingin didiskusikan, dosen akan keluar,” curhat wanita kelahiran Ujung Pandang ini.
Berfokus terhadap hal yang dilakukan, itulah yang menjadi prinsip Sira. Sejak kecil, wanita yang pernah menjadi konselor di lapas Makasar ini diajarkan untuk selalu fokus dengan hal yang ia lakukan. Selama pikiran lurus, pasti semuanya dapat dilalui. Dengan berbekal wejangan dari orang tua, Sira selalu melakukan segalanya dengan tetap fokus terhadap hal yang sedang dijalankannya.
“Selain fokus, saya juga punya sandaran, dan sandaran saya adalah Tuhan”, tuturnya.
Menjadi bagian dari dunia Lapas selama 7 tahun, membuat Sira untuk memutuskan menulis tesisnya dengan judul Efektivitas Cognitive Behavior Therapy untuk menurunkan kecemasan narapidana menjelang bebas di Lapas Narkotika Kelas II A Pamekasan. Bagi seorang Sira, ia yakin apapun bisa dilakukan asal ada empat hal, yang pertama ialah konsisten dengan yang dikerjakan, yang kedua harus selalu berdoa kepada Tuhan, yang ketiga adalah usaha keras, dan yang ke empat harus memiliki teman bersaing (balapan).
“Jangan melulu mengeluh dengan takdir, karena Tuhan selalu ada untuk hamba-Nya. Yang terpenting selalu libatkan Tuhan disetiap kegiatanmu”, pungkas Sira. (*)
Penulis: Ainul Fitriyah
Editor: Nuri hermawan





