Universitas Airlangga Official Website

SKI FKH UNAIR Kaji Gender Equality dalam Perspektif Islam

Foto bersama panitia penyelenggara kajian muslimah veteriner FKH (Foto: Dok. Panitia)
Foto bersama panitia penyelenggara kajian muslimah veteriner FKH (Foto: Dok. Panitia)

UNAIR NEWS – Mahasiswa SKI JMV Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan Kajian Muslimah Veteriner yang berlangsung di Ruang RK Avian FKH, Kampus MERR-C UNAIR. Kajian yang mengusung tajuk Gender Equality in the Perspective of Islam itu berlangsung Jumat (19/4/2024). Hadir dalam kajian, Ustazah Annisa Ummu Uwais sebagai pemateri.

Dalam pemaparannya, Ustazah Annisa menerangkan bahwa dalam Islam tentu antara laki-laki dan perempuan memiliki persamaan juga perbedaan. Hal ini telah tertera dalam ayat Al-Qur’an dan juga hadis. Misalnya, surah Ali Imran Ayat 35-36 yang menyoroti terkait perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

Kemudian penjelasan lainnya dari surah An-Nisa Ayat 34-35, yang menjelaskan bahwa laki-laki merupakan makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah lebih kuat dari perempuan. Ayat tersebut yang menjadi patokan dalam Islam mengapa seorang laki-laki menjadi pemimpin, terutama pemimpin dalam rumah tangganya. “Laki-laki bertugas memberikan nafkah lahir batin kepada istrinya, bertanggung jawab akan keluarganya. Sedangkan perempuan sejatinya bertugas menyambut suami di rumah. Islam begitu memuliakan perempuan,” ujar Ustazah Annisa. 

Islam begitu memuliakan perempuan. Hal ini tertera dalam suatu hadis yang menerangkan tingkatan tertinggi kemuliaan adalah ibu, ibu, ibu, baru kemudian Ayah. Hal ini selaras dengan hadis yang menyebutkan bahwa surga berada di telapak kaki ibu.

Masuk dalam ranah hubungan pernikahan sebagai suami-istri, terdapat hadis yang menerangkan agar laki-laki memuliakan dan menjaga perempuannya. Dari beberapa penjelasan yang berdasarkan Al-Qur’an dan hadis tersebut, terlihat bahwa begitu tinggi kedudukan perempuan di dalam Islam, bukan sebaliknya. 

Adapun persamaan antara perempuan dan laki-laki adalah dalam hal beribadah. Hal ini diterangkan dalam surah An-Nahl ayat 97 yang memiliki arti, “Barang siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” 

Antara laki-laki dan perempuan berlomba-lomba dalam kebaikan, beribadah, mendekatkan diri pada Allah, sehingga mereka berkedudukan sama yaitu sebagai hamba Allah. Sebagai penutup, Ustazah Annisa menekankan kembali Sebagai penutup, Ustazah Annisa kembali mengingatkan bahwa, “Menyamakan yang berbeda adalah kezaliman. Membedakan yang sama adalah kebodohan.” 

Penulis: Annisa Nabila

Editor: Yulia Rohmawati