Civitas academica UNAIR berhasil sabet penghargaan dalam Simposium Nasional IKARGI (Foto: Dok. Narasumber)

Soroti Isu Radiologi Kesehatan Gigi, Akademisi UNAIR Sabet Penghargaan IKARGI

1 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Airlangga (UNAIR). Sabtu (19/7/2025), Tim program studi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi berhasil menyabet penghargaan dalam Simposium Nasional IKARGI 2025. Tim tersebut terdiri dari drg Rini Widyaningrum peraih The Best Original Research, drg Eva Nurmayanti peraih 1st Winner kategori Case Report, dan drg Nisrina Alya Sajida Gatia peraih 2nd Winner kategori Case Report. 

Kompetisi ini merupakan agenda ilmiah tahunan berskala nasional. Banyak berkumpul para akademisi, praktisi dan residen dari berbagai institusi guna berbagi pengetahuan dan perkembangan terbaru di bidang radiologi kedokteran gigi. 

Dalam wawancaranya, drg Nastiti menjelaskan bahwa setiap tema yang dibawakan oleh tim mempunyai perbedaan namun masih melengkapi satu sama lain. Fokusnya berkisar pada analisis diagnostik, teknologi pencitraan baru dan pemanfaatan AI dalam radiologi.

“Beberapa di antaranya juga berfokus pada kasus-kasus langkah yang mempunyai nilai edukasi tinggi. Saya sendiri mengusung penelitian original research tentang penggunaan metabolit stem cell dari amnion dalam melindungi jaringan akibat paparan radiasi CBCT. Fokus pada ekspresi VEGF dan HSP-10. Tentu tema ini cukup unik karena memadukan bidang regeneratif dan radioproteksi,” jelasnya

Selain itu, drg Nastiti juga menyampaikan tema pembahasan dari tim lainnya. Seperti drg Rini yang membahas tentang pembuatan model Artificial Intelligence (AI) untuk deteksi dan staging periodontitis pada radiograf panoramik

“Penelitian dari drg Rini ini dikembangkan dari hasil penelitian sebelumnya dengan memanfaatkan deep learning Mask R-CNN yang berfungsi untuk segmentasi gigi-gigi dan area bone loss pada radiograf panoramik yang dikombinasikan dengan DenseNet169 ditugaskan untuk klasifikasi staging periodontitis,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa tema yang drg Eva angkat adalah tentang kasus ameloblastoma pada anak yang jarang terjadi dan menyajikan pencitraan ultrasonografi (USG) sebagai pendekatan utama. “Tentunya sangat menarik ide dari artikel yang dibawakan. Yaitu mengangkat potensi USG yang selama ini dianggap sebagai alat sederhana sebagai alat diagnostik. Kami mengamati detail klinis dan pencitraan kemudian mengaitkan dengan literatur terkini guna menciptakan perspektif baru,” ungkapnya.

Berjalannya kompetisi ini, drg Nastiti dan tim termotivasi untuk terus berkontribusi secara aktif dalam pengembangan ilmu radiologi kedokteran gigi dan menguji kemampuan riset dalam forum nasional. 

Penulis: Ersa Awwalul Hidayah

Editor: Yulia Rohmawati

This site is registered on wpml.org as a development site. Switch to a production site key to remove this banner.