Di tengah semakin canggihnya teknologi keamanan, sistem identifikasi biometrik seperti sidik jari atau retina, namun teknologi tersebut masih bisa dipalsukan. Sidik jari bisa ditiru dengan cetakan gelatin, dan iris mata bisa ditiru dengan gambar. Karena itulah, para peneliti kini mencari cara baru yang lebih aman dan sulit ditiru. Salah satu pendekatan inovatif yang tengah dikembangkan adalah menggunakan bioimpedansi elektrik. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan Spektroskopi Impedansi Bioelektrik (BIS) yang dipadukan dengan metode rasio (ratiometrik) untuk meningkatkan keakuratan dan keamanan.
Metode ini bekerja dengan mengukur impedansi elektrik antar jari menggunakan perangkat Analog Discovery 2 dengan memberikan arus elektrik ke jari selanjutnya mengukur responnya. Penelitian dilakukan pada 10 orang dengan mengukur kombinasi 10 pasang jari (antara jempol dan telunjuk, jempol dan jari tengah, dan seterusnya). Impedansi diukur dalam rentang frekuensi 20–500 kHz selama tiga hari berturut-turut untuk melihat konsistensinya. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap orang memiliki pola impedansi jari yang unik, terutama di frekuensi tinggi (lebih dari 100 kHz). Karena pengukuran bisa terpengaruh oleh faktor luar seperti suhu tubuh, kelembapan, atau emosi, maka digunakan metode “ratiometrik”—yaitu membandingkan dua nilai impedansi dari pasangan jari untuk menghasilkan nilai rasio yang lebih stabil.
Cara ini terbukti berhasil mengurangi variasi data harian, sehingga sistem menjadi lebih andal. Keunggulan dari pendekatan ini antara lain: Sulit dipalsukan, karena impedansi listrik tidak bisa ditiru semudah sidik jari, Non-invasif dan aman, karena hanya menggunakan arus listrik kecil dan Portabel dan praktis, berkat penggunaan alat kecil dan mudah dibawa. Walau hasilnya menjanjikan, peneliti menyadari ada beberapa keterbatasan, yaitu jumlah peserta masih sedikit dan pengukuran bisa terganggu oleh gerakan atau penempatan elektroda. Untuk itu, pengembangan lebih lanjut diperlukan, seperti penggunaan sensor yang lebih stabil dan uji coba pada lebih banyak orang. Dengan demikian BIS dengan metode ratiometrik adalah solusi masa depan yang menjanjikan untuk sistem keamanan berbasis biometrik. Suatu hari nanti hanya dengan menyentuhkan dua jari maka identitas seseorang bisa terverifikasi dengan cepat dan aman tanpa takut dipalsukan.
Penulis: Dr. Khusnul Ain, S.T, M.Si.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Elmira Rofida Alhaq, Umaimah Mitssalia Umi Salwa, Khusnul Ain, Imam Sapuan, 2025, Bioelectrical Impedance Spectroscopy (BIS) for Ratiometric Identification, IJEEEMI, Vol. 7, Issue 1.
https://doi.org/10.35882/ijeeemi.v7i1.50





