Universitas Airlangga Official Website

Strategi Transisi: Mengelola Emisi Metana dari TPA Sampah Demi Target NDC

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Dalam upaya mencapai target Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) 2030, Indonesia perlu memberikan perhatian lebih pada pengelolaan emisi metana dari sektor persampahan. Metana merupakan gas rumah kaca dengan dampak pemanasan global yang jauh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida. Namun, potensi gas metana di lebih dari 300 TPA yang tersebar di seluruh Indonesia saat ini sebagian besar masih berakhir sebagai emisi yang terlepas bebas karena belum adanya sistem penangkapan gas yang memadai.

Di tengah keterbatasan infrastruktur, penerapan teknologi jangka panjang seperti insinerator atau gasifikasi membutuhkan waktu dan pendanaan besar. Dalam konteks ini, teknologi penangkapan dan pembakaran gas (capture and flaring) dapat dipertimbangkan sebagai langkah transisi yang realistis. Teknologi ini bekerja dengan menangkap gas metana di TPA sebelum terlepas ke udara, sehingga kontribusi terhadap emisi metana dapat ditekan.

Peluang dari langkah transisi ini dapat dipahami melalui gambaran kondisi global. Data dari The Methane Guiding Principles Partnership (2024) melaporkan bahwa pada tahun 2022, sekitar 139 miliar meter kubik gas terbuang sia-sia secara global yang setara dengan tiga persen produksi gas alam dunia. Melalui pendekatan data tersebut, penerapan teknologi penangkapan metana diperkirakan mampu menyelamatkan atau menghemat nilai ekonomi antara USD 15 hingga 20 miliar per tahun dari energi yang selama ini terbuang.

Source: Penulis

Keberhasilan implementasi tersebut tentu sangat bergantung pada penguatan regulasi dan komitmen pemerintah. Kebijakan yang mewajibkan kontrol metana serta pemberian insentif harga energi terbarukan sangat menentukan kelayakan proyek (Wang et al., 2024). Di banyak negara berkembang, hambatan utama sering kali muncul dari absennya target nasional yang jelas, keterbatasan data komposisi sampah, serta tantangan dalam pendanaan pengawasan (Mor et al., 2024).

Bagi Indonesia, memperkuat infrastruktur kebijakan adalah kunci untuk menarik investasi dan menyelaraskan praktik TPA dengan tujuan keberlanjutan jangka panjang. Menjadikan penangkapan gas sebagai prioritas transisi adalah langkah pragmatis yang dapat dipertimbangkan untuk menurunkan emisi metana secara nyata, sembari menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih maju dan terintegrasi di masa depan.

Penulis: Dr. Eng. Nita Citrasari, S.Si., M.T.