
Penelitian terhadap 200 pekerja tambang di Kalimantan Timur menemukan bahwa tekanan pekerjaan berpengaruh pada kebiasaan makan dan kondisi kejiwaan pekerja. Sebagian besar responden bekerja sebagai operator alat berat. Mereka terpapar panas matahari, debu, getaran, dan kebisingan, dengan beban kerja yang berat. Pekerja juga menjalani giliran kerja sekitar 12 jam sehari di lokasi yang jauh dari permukiman, sehingga perlu satu hingga dua jam perjalanan dengan bus perusahaan. Di area kerja pun tidak ada penjual makanan.
Dua Dampak Nyata Stress Kerja: Emotional Eating dan Gangguan Suasana Hati
Penelitian ini menemukan bahwa stres kerja berkaitan erat dengan dua hal, yaitu kebiasaan makan saat emosi (emotional eating) dan gangguan suasana hati.
Saat seseorang stres, tubuh melepaskan hormon yang membuat keinginan makan makanan manis dan berlemak meningkat. Makanan itu dianggap dapat meredakan tekanan. Bila kebiasaan ini berulang dalam waktu lama, berat badan bertambah dan risiko penyakit ikut naik.
Stres yang berkepanjangan juga mengganggu suasana hati. Pekerja bisa mudah lelah, mudah tersinggung, cemas, dan kehilangan minat pada kegiatan sehari-hari. Kondisi ini menurunkan kinerja dan dapat memicu masalah kesehatan jiwa.
Sindrom Metabolik Sudah Ditemukan di Lapangan
Sindrom metabolik adalah gabungan beberapa kondisi yang muncul bersamaan, seperti lemak menumpuk di perut, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kadar lemak darah yang tidak sehat. Gabungan kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.
Hasil penelitian menunjukkan lebih dari seperempat pekerja, yaitu 27,5%, sudah mengalami sindrom metabolik. Angka ini menandakan masalah kesehatan pekerja tambang bukan lagi sekadar ancaman, melainkan kenyataan.
Masalah ini berkembang perlahan akibat pola makan, kebiasaan merokok, kurang gerak, dan kurang tidur. Karena dampaknya tidak langsung terlihat, kebiasaan makan berlebih dan gangguan suasana hati sering diabaikan. Padahal, membiarkannya justru berisiko.
Menjaga Kesehatan Sejak Awal
Penelitian ini memberi beberapa saran bagi pekerja tambang dan pekerjaan berat lainnya:
- Kenali dan kelola stres kerja sejak dini.
- Jaga pola makan dan hindari makan berlebih saat emosi.
- Kurangi konsumsi rokok.
- Perbanyak aktivitas fisik di luar jam kerja dan jaga waktu tidur.
- Periksakan kesehatan secara rutin, terutama tekanan darah, gula darah, dan lingkar perut.
Menjaga kesehatan jiwa dan pola makan tidak terpisah dari kesehatan tubuh. Dengan mengelola stres, kebiasaan makan, dan suasana hati sejak awal, risiko penyakit dapat ditekan.
Artikel ini disarikan dari penelitian berjudul “The Relationship between Work Stress and Metabolic Syndrome with the Mediation of Emotional Eating and Mood Disturbances Among Mining Workers” oleh Puspikawati, Atmaka, dkk., yang dimuat dalam Media Gizi Indonesia (2026), Vol. 21(2), hlm. 209–218.
Penulis: Ratu Fermeza





