Universitas Airlangga Official Website

Studi Banding Efek Antibakteri Sabun Cair Antibakteri dan Sabun Cair Berpelembab

Tangan memegang peranan penting dalam penularan infeksi, sehingga sangat penting untuk menjaga kebersihan tangan. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mencuci tangan dengan sabun secara teratur.

Dengan banyaknya jenis sabun yang tersedia di pasaran, konsumen perlu berhati-hati dalam memilih jenis sabun yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

Mencuci tangan dengan sabun secara teratur merupakan salah satu cara terbaik untuk menghilangkan kuman, menghindari penyakit, dan mencegah penyebaran kuman ke orang lain.

CDC merekomendasikan lima langkah yang harus dilakukan saat mencuci tangan. Lima Langkah tersebut adalah: basah, berbusa, gosok, bilas, dan keringkan. Selain lima langkah berikut, CDC juga merekomendasikan untuk mengalokasikan waktu 20 detik untuk mencuci tangan agar berhasil menghilangkan kuman.

Salah satu faktor penting dalam mencuci tangan adalah pemilihan sabun yang digunakan. Setiap konsumen mempunyai preferensi dalam memilih jenis sabun yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing individu. Kebanyakan orang menggunakan sabun

Sebagai media pembunuh kuman. Produk sabun yang dicari cenderung memiliki efek antibakteri yang berguna untuk menghambat atau membunuh kuman. Salah satu pilihan yang sering dicari adalah sabun antibakteri.

Namun penggunaan sabun antibakteri yang berlebihan dapat menyebabkan matinya flora normal pelindung kulit. Hal ini menyebabkan datangnya organisme oportunistik yang akan menimbulkan iritasi. Iritasi yang berhubungan dengan sabun antimikroba mungkin disebabkan oleh bahan aktif antimikroba. Para petugas kesehatan sering mengeluh bahwa kulit terasa kering atau terbakar, kulit kasar, dan eritema, bersisik atau pecah-pecah. Oleh karena itu, diperlukan suatu sabun alternatif yang tidak hanya berfungsi baik dalam membunuh kuman tetapi juga bersifat melembapkan dan tidak bersifat abrasif.

Melihat permasalahan di atas, penelitian ini membandingkan efektivitas sabun cair antibakteri dengan sabun cair pelembab dengan objek penelitian Escherichia coli (E.coli). Kotoran manusia atau hewan adalah sumber penting kuman seperti E. coli yang dapat menyebabkan diare dan infeksi saluran pernapasan. Hal ini dikarenakan E. coli secara alami berada di usus manusia dan hewan. Bakteri ini bertanggung jawab atas kematian sekitar 900.000 anak per tahun di seluruh dunia, dengan sebagian besar kematian terjadi di negara-negara berkembang. E. enteropatogenik coli (EPEC) bertanggung jawab atas lebih dari 81 juta kasus diare per tahun, dimana 17 juta diantaranya terjadi pada anak-anak. E. coli juga menjadi indikator kebersihan dan sanitasi karena mengindikasikan adanya E. coli kontak dengan kotoran.

Penulis: Najma Fauziah, Marijam Purwanta, Pirlina Umiastuti, Eko Budi Koendhori

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat di International Journal of Research Publications

Berikut judul dan link artikel:

Judul : Comparative Study of the Antibacterial Effects of Antibacterial Liquid Soap and Moisturizing Liquid Soap on Escherichia

coli Bacteria in vitro

Link: https://ijrp.org/paper-detail/5606