Temu kunci (Boesenbergia pandurata Roxb. Schlecht) adalah salah satu tanaman obat Indonesia yang mengandung minyak atsiri dan flavonoid dan memiliki aktivitas farmakologis yang menarik, diantaranya yaitu sebagai antikanker. Namun, aktivitas Pinostrobin masih lebih rendah dari pada obat antikanker di pasaran. Untuk meningkatkan aktivitasnya, turunan pinostrobin telah disintesis, yaitu pinostrobin propionat dan pinostrobin butirat, yang diprediksi memiliki aktivitas yang lebih baik dan toksisitas yang lebih rendah daripada pinostrobin setelah diuji dengan pendekatan in silico. Sehingga senyawa tersebut layak untuk diuji aktivitas antikanker dan selektivitasnya pada sel normal.
Untuk mengetahui aktivitas antikanker pinostrobin propionat dan pinostrobin butirat terhadap sel line kanker payudara dan selektivitasnya terhadap sel normal, Tri Widiandani, Bersama Tiffany Tandian, Bagus Dwi Zufar, Andi Suryadi, Bambang Tri Purwanto, Suko Hardjono dan Siswandono melakukan uji sitotoksisitas dengan menggunakan metode MTT atau (3- [4,5-dimethylthiazol-2-yl] -2,5 difenil tetrazolium bromide). Sel-sel yang digunakan adalah sel kanker payudara T47D dan sel normal Vero. Hasil pengujian dianalisis menggunakan microplate reader dengan panjang gelombang 570 nm.
Dari penelitian ini diperoleh hasil analisis aktivitas antikanker pada sel T47D, yaitu nilai IC50 pinostrobin, pinostrobin propionat, dan pinostrobin butirat masing-masing adalah 2,93, 0,57, dan 0,40 mM. Sedangkan hasil uji sitotoksisitas pada sel Vero diperoleh nilai CC50 pinostrobin, pinostrobin propionat, pinostrobinbutirat masing-masing sebesar 1,27, 0,94, dan 0,89 mM. Dengan demikian diperoleh nilai indeks selektifitas pinostrobin (SI = 0,4) lebih kecil dari turunannya (SI = 1,7 dan 2,2).
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa pinostrobin propionat dan pinostrobin butirat memiliki aktivitas dan selektivitas yang lebih besar dari pada pinostrobin sehingga senyawa ini menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat antikanker.
Disari dari artikel pada :
Journal of Public Health in Africa, Vol 14. No S1-2516 (2023)
Link jurnal:
https://www.publichealthinafrica.org/jphia/article/view/2516





