Ikan bawal bintang adalah ikan pelagis yang memiliki habitat di daerah terumbu karang, dekat pantai dan bebatuan di perairan tropis dari indo pasifik barat sampai pasifik tengah. Di Australia ikan bawal bintang ditemukan di barat daya Australia bagian barat dan sekitar bagian utara. Populasi bawal bintang juga terdapat di Laut Merah, Afrika Barat sampai ke pulau Marshall dan samoa, Utara Jepang bagian selatan dan selatan Australia.
Bawal bintang menghabiskan seluruh hidupnya di air laut murni. Bawal bintang memijah sepanjang tahun dan biasanya mengikuti fase bulan terutama bulan purnama.Pemijahan berlangsung malam hari bersamaan dengan datangnya air pasang. Telur bersifat planktonis, dapat terbawa arus dan menetas di padang lamun atau celah-celah akar bakau sebelum akhirnya kembali ke laut lepas atau dewasa di rerimbunan bunga dan karang.
Pada budidaya ikan Bawal bintang, ikan ini tergolong ikan pelagis yang sangat aktif karena selalu bergerak (berputar) di permukaan, sehingga dalam budidaya memerlukan lokasi/tempat yang memadai. Selain itu ikan Bawal bintang mempunyai daya adaptasi yang cukup tinggi dan mudah dibudidayakan. Ikan Bawal bintang banyak terdapat di daerah tropis maupun subtropis.
Siklus hidup ikan bawal bintang dimulai dari telur, larva, juvenil, dan ikan dewasa. Telur ikan bawal bintang memiliki ukuran berkisar 800-850 mikron, telur yang telah terbuahi berwarna bening transparan. Telur ikan bawal bintang mengikuti arah arus yang membawanya kemudian menetas di padang lamun atau celah-celah akar bakau.
Telur bawal bintang menetas menjadi larva dan terus berkembang hingga memiliki organ tubuh yang lengkap. Larva ikan bawal bintang biasa ditemukan di muara sungai atau sekitar pohon mangrove yang merupakan tempatnya menetas. Larva bawal bintang memanfaatkan cadangan makanan (kuning telur) di awal kehidupannya.. Akan tetapi, kuning telur ini biasanya hanya tersedia selama 3 hari. Setelah kuning telur habis, larva bawal bintang memakan sejenis rotifer dan artemia.
Larva akan terus berkembang menjadi juvenil, juvenil merupakan fase setelah larva hingga mencapai ukuran tertentu yang telah memiliki bentuk morfologi dan organ-organ sama seperti ikan dewasa namun belum reproduktif, juvenil akan terus berkembang menjadi ikan bawal bintang dewasa.
Bawal bintang termasuk ikan pemakan segala (omnivora) mulai dari plankton terutama diatome dan alga hingga cacing merah, jentik nyamuk, maupun jenis udang- udangan kecil. Pada ikan dewasa dapat diberikan pakan rucah segar yang telah dicincang serta dapat juga diberikan pellet ikan. Dalam budidaya Bawal bintang perlu dilakukan pemilahan ukuran karena tergolong ikan yang sangat aktif menerima pakan sehingga menyebabkan ikan yang ukurannya lebih kecil akan kalah saing dalam memperoleh pakan. Namun ikan Bawal bintang bukan termasuk ikan yang bersifat kanibal seperti ikan Kakap putih dan Kerapu.
Media pemeliharaan yang digunakan dalam pemeliharaan larva adalah bak beton bulat dan persegi panjang. Persiapan bak diawali dengan pembersihan bak menggunakan air tawar yang kemudian dilakukan pensterilan menggunakan kaporit sebanyak 0,2ppm/l yang bertujuan untuk mensucihamakan bak. Kemudian dilakukan pembilasan menggunakan air tawar untuk menghilangkan bau kaporit. Bak dapat digunakan dan diisi air untuk kegiatan pembenihan setelah 1×24 jam pembersihan. Wadah penetasan telur dan pemeliharaan larva yang digunakan adalah bak beton berukuran 4,8 m x 1,9 m x 1,5 m dengan ketinggian air 1,1 m. Telur yang ditebar sebanyak 105.000 butir/bak dengan kepadatan larva 11 ekor/L. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeliharaan benih dilakukan di dalam bak fiber bulat bervolume 8 m3 dengan diameter 2,8 m dan tinggi wadah 1,3 m dengan tinggi air 1 m.
Kegiatan pembenihan meliputi pemeliharaan induk, pemijahan, pemeliharaan larva, pemeliharaan benih (pendederan), manajemen pakan, manajemen kualitas air, dan manajemen penyakit. Penyediaan benih yang tepat, baik dalam jumlah, waktu, maupun mutu menjadi faktor utama untuk menjamin kelangsungan usaha pembesaran ikan kakap. Usaha untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kelulushidupan benih dapat dilakukan dengan mengontrol lingkungannya. Parameter lingkungan yang tepat harus tersedia dalam air. Kemunduran mutu air dapat mengakibatkan timbulnya hama/penyakit, hambatan pertumbuhan, pengurangan rasio konversi pakan, kematian, serta menurunnya mutu daging ikan.
Kebutuhan bibit erat kaitanya dengan keberhasilan proses pemijahan secara umum hormon yang dipakai untuk pemijahan ikan bawal bintang secara semi alami adalah Hormon human Chorionic Gonadotropine (hCG atau Chorullon). Proses pemijahan juga masih mengalami kendala diantaranya tingkat keberhasilan pemijahan, persentase pembuahan, dan daya tetas telur ikan.
Penulis; LUTHFIANA APRILIANITA SARI
Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga, Surabaya 60115, Indonesia
https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1273/1/012045





