Pada masa neonatus, pemenuhan kebutuhan gizi umumnya diperoleh melalui ASI atau susu formula. Namun, pada sebagian neonatus, pemberian gizi dilakukan secara parenteral dan merupakan pengganti ASI. Nutrisi parenteral (PN) merupakan pemberian gizi secara langsung melalui pembuluh darah baik melalui vena perifer maupun vena sentral, baik makronutrien (lemak, protein, dan asam amino) atau mikronutrien (vitamin, elektrolit, dan mineral). PN dipertimbangkan pada neonatus dalam beberapa kondisi, seperti kelahiran prematur, enterokolitis nekrotikans, sepsis, atau infeksi. Nutrisi yang tidak adekuat terbukti dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian. Penelitian dilakukan untuk mengkaji kecukupan kalori, perubahan berat badan, dan efek samping pada neonatus yang menerima nutrisi parenteral. Studi observasional prospektif penggunaan obat nutrisi parenteral pada pasien neonatus dilakukan di Rumah Sakit Universitas Airlangga dari bulan April hingga Juni 2023.
Jumlah total pasien neonatus 71 orang (37 rawat NICU, 34 rawat di perinatologi. PN diberikan atas berbagai indikasi, indikasi tertinggi adalah berat badan lahir rendah (29,57%). Indikasi lainnya adalah kelahiran prematur, pasien dengan gangguan sistem pernapasan, dan pasien dengan infeksi. Nutrisi parenteral secara efektif meningkatkan berat badan pasien ketika dilakukan perhitungan yang tepat antara kalori yang dibutuhkan, kalori yang diberikan, dan osmolaritas sediaan. Kebutuhan kalori ditentukan berdasarkan kondisi pasien, jenis kelahiran, dan berat badan. Neonatus dengan masalah pernapasan dan kelahiran prematur membutuhkan kalori lebih tinggi daripada mereka yang lahir normal. Asupan kalori melalui PN berkontribusi terhadap pertumbuhan pasien, dibuktikan oleh perubahan berat badan. Sebanyak 94,4% pasien mengalami kenaikan berat badan selama pemberian PN, tetapi perubahan berat badan saat lahir hanya terjadi pada 19,7% pasien, sebanyak 80,2% pasien tidak kembali ke berat badan saat lahir. Komplikasi yang paling umum adalah flebitis, yang terjadi pada 35,2% neonatus yang menerima PN secara perifer. Dua komplikasi yang paling sering terjadi pada pasien adalah flebitis dan ikterus kolestatik. Flebitis merupakan komplikasi yang paling sering terjadi, yaitu pada 25 pasien.
Penulis: Budi Suprapti
Available online at https://pharmacyeducation.fip.org/pharmacyeducation/article/view/2741





