Universitas Airlangga Official Website

Pengembangan Mikrosfer Inhalasi berbasis Polimer Alami untuk Tuberculosis

Ilustrasi Tuberculosis. (Sumber: uncak.com)

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (Mtb) yang terutama menyerang paru-paru (TB paru). Pengobatannya meliputi empat obat anti-TB lini pertama selama 6 bulan yaitu isoniazid (INH), rifampisin (RIF), etambutol (ETH), dan pirazinamid (PZA). Namun, efektivitas ini terbatas karena perlindungan bakteri Mtb pada lesi paru.  Pendekatan alternatif melibatkan pemberian obat langsung ke paru-paru melalui inhalasi menggunakan metode mikrosfer inovatif, yang dapat meningkatkan kemanjuran pengobatan.

Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan tinjauan yang berfokus pada mikrosfer inhalasi yang menggunakan polimer alami untuk obat anti tuberkulosis. Metode yang digunakan adalah survei literatur komprehensif diambil dari database (PubMed, Scopus, Google Scholar, dan ScienceDirect) dari tahun 2012 hingga 2022.

Hasil dari riset ini yaitu studi karakterisasi, teknik formulasi, dan efikasi menggunakan studi in vitro dan in vivo obat anti tuberkulosis mikrosfer inhalasi. Kesimpulan penelitian ini adalah mikrosfer mempunyai potensi besar sebagai sistem penghantaran obat inhalasi dan kemungkinan mempunyai kontribusi klinis yang signifikan di masa depan.

Penulis : Dewi Melani Hariyadi

Informasi detail riset kami dapat diakses pada: https://pharmacyeducation.fip.org/pharmacyeducation/article/view/2626/1797