Universitas Airlangga Official Website

Studi Preeklampsia Indonesia (INAPRES)

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Preeklampsia adalah salah satu masalah kesehatan paling berbahaya pada kehamilan, ditandai dengan tekanan darah tinggi yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi. Studi nasional terbaru yang diberi nama INAPRES meneliti lebih dari 6700 kehamilan dengan preeklampsia dari 30 rumah sakit di lima pulau besar Indonesia selama tahun 2022–2023. Ini adalah penelitian terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia tentang kondisi ini, dan hasilnya memberikan gambaran penting mengenai kondisi nyata yang dihadapi ibu hamil di berbagai daerah.

            Penelitian ini menemukan bahwa meskipun preeklampsia masih menyebabkan banyak komplikasi serius, angka kematian ibu dan bayi mulai menunjukkan penurunan dibandingkan data beberapa tahun sebelumnya. Kematian ibu pada kasus preeklampsia tercatat sekitar 1,6%, turun dari 2% pada data tahun 2018. Kematian bayi baru lahir juga menurun dari 12% menjadi 6,1%. Penurunan ini kemungkinan berkat peningkatan upaya deteksi dini, edukasi masyarakat, penggunaan aspirin pada ibu berisiko tinggi, serta pelatihan tenaga kesehatan dan perbaikan sistem rujukan di berbagai wilayah Indonesia.

            Meskipun demikian, sebagian besar kasus yang ditemukan adalah preeklampsia berat, dengan hampir 70% ibu mengalami kondisi serius yang berpotensi membahayakan. Lebih dari sepertiga kehamilan berakhir prematur, dan komplikasi seperti eklampsia (kejang), gangguan fungsi organ, serta pertumbuhan janin terhambat masih sering terjadi. Operasi sesar menjadi tindakan yang paling banyak dilakukan, mencapai lebih dari 70% kasus, karena kondisi ibu dan janin sering kali tidak memungkinkan untuk persalinan normal.

            Studi ini juga menemukan adanya perbedaan hasil yang cukup mencolok antarwilayah. Pulau Jawa dan Bali—yang memiliki fasilitas kesehatan relatif lebih lengkap—menunjukkan angka kematian ibu dan bayi yang lebih rendah. Sebaliknya, wilayah seperti Sulawesi menunjukkan angka kematian yang lebih tinggi, kemungkinan akibat keterbatasan akses ke perawatan khusus, jarak rujukan yang jauh, dan jumlah tenaga medis terlatih yang belum merata. Faktor risiko yang paling banyak ditemukan pada ibu dengan preeklampsia adalah obesitas, kehamilan pertama, serta adanya riwayat tekanan darah tinggi sebelum hamil.           

Hasil penelitian INAPRES menunjukkan bahwa preeklampsia masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan ibu dan bayi di Indonesia, tetapi juga memberikan harapan bahwa perbaikan sistem kesehatan telah berdampak positif. Studi ini mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan teratur, pemantauan tekanan darah, serta edukasi mengenai tanda bahaya seperti sakit kepala hebat, pandangan kabur, bengkak pada wajah atau tangan, dan nyeri ulu hati. Dengan deteksi dini, penanganan cepat, dan akses pelayanan kesehatan yang merata, banyak kasus preeklampsia dapat ditangani dengan aman sehingga ibu dan bayi dapat memperoleh hasil yang lebih baik.

Penulis: Muhammad Ilham Aldika Akbar

Link artikel: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/the-indonesia-pre-eclampsia-study-inapres-pregnancy-outcomes-in-p/