Pemeriksaan ultrasonografi untuk spektrum akreta plasenta (PAS) seharusnya tidak hanya ditujukan untuk memastikan diagnosis, tetapi juga difokuskan pada upaya meningkatkan luaran maternal dan neonatal. Studi oleh Agarwal et al. yang menyoroti pentingnya grading transvaginal ultrasound dalam hasil pembedahan patut diapresiasi. Tim kami telah mempublikasikan tiga sistem grading serviks menggunakan ultrasonografi transvaginal yang berkaitan dengan kompleksitas operasi pada kasus PAS berisiko tinggi. Kami membandingkan tanda-tanda ultrasonografi antara histerektomi sesar dan pembedahan uterine-sparing (seperti one-step conservative surgery atau reseksi miometrium), dan menemukan bahwa grading hipervaskularitas intraservikal sangat penting dalam memprediksi luaran pembedahan seperti perdarahan masif, perdarahan tak terduga, dan kebutuhan kontrol aorta. Berdasarkan temuan kami, grade intraservikal 3 dapat dikenali sebagai tanda bahaya pada pemeriksaan ultrasonografi antenatal.
Kami secara rutin menggunakan pendekatan uterine-sparing surgery sebagai strategi utama dalam penanganan kasus PAS berisiko tinggi, sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan histerektomi. Prosedur ini memerlukan keahlian klinis yang tinggi, tim bedah yang berdedikasi, dan menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi khususnya ketika topografi PAS berada di atas trigonum vesika. Pada kasus PAS yang baru teridentifikasi secara intraoperatif, atau di fasilitas yang tidak memiliki keterampilan memadai untuk melakukan histerektomi atau reseksi fokal, kami merekomendasikan pendekatan dengan meninggalkan plasenta in situ. Meskipun metode ini memiliki keterbatasan seperti kebutuhan pemantauan jangka panjang dan kemungkinan prosedur tambahan, risiko morbiditasnya lebih rendah dibandingkan metode bedah lainnya, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah.
Sehubungan dengan pentingnya pendekatan meninggalkan plasenta in situ dalam kasus PAS ketika pilihan definitif tidak tersedia, kami menyarankan agar penulis mempertimbangkan perbandingan tanda-tanda ultrasonografi serta grading transvaginal terhadap luaran maternal, antara kasus yang plasentanya dibiarkan in situ tanpa prosedur tambahan dan yang menjalani tindakan tambahan, baik dengan atau tanpa komplikasi. Kami yakin bahwa penerapan analisis regresi logistik dapat membantu mengidentifikasi tanda-tanda ultrasonografi yang paling krusial dalam memprediksi komplikasi tak terduga, khususnya pada fasilitas yang belum berpengalaman dalam melakukan uterine-sparing surgery.
Penulis: Rozi Aditya Aryananda, dr., SpOG





