UNAIR NEWS – Kelompok Studi Perkoperasian Mahasiswa (KOPSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar seminar pada Jumat (16/10/2026) di Aula Soepoyo FEB Kampus Dharmawangsa-B. Seminar itu mengangkat eksistensi koperasi di era digital dengan melihat relevansi dan inovasi yang ada. Kegiatan ini menghadirkan Putri Ulfa Kamalia SPd MPd, akademisi pendidikan ekonomi sebagai narasumber.
Koperasi Tetap Relevan dengan Menjaga Nilai Inti
Putri menjelaskan bahwa koperasi merupakan usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan untuk menyejahterakan anggotanya dan masyarakat. “Simpan pinjam itu benar, tetapi hanya salah satu dari lima jenis koperasi, selain konsumen, produsen, pemasaran, dan jasa,” lanjutnya.
Ia melakukan satu riset bersama mahasiswanya dan telah dipublikasikan. “Hasilnya, saya menemukan bahwa minat mahasiswa untuk menjadi anggota koperasi ternyata masih rendah, padahal mereka sudah mempelajari teorinya,” ungkapnya.
Melalui penelitian lain ia juga mengungkapkan bahwa masih ada generasi yang menganggap koperasi adalah hal konvensional dan tidak modern. “Koperasi bukan hal yang kuno saat ini, tetap beriringan dengan perkembangan serta mempertahankan nilainya,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya nilai inti koperasi. Sebelum menerapkan digitalisasi, pelaku koperasi perlu memahami nilai kekeluargaan, gotong royong, swadaya, demokrasi, keadilan, dan solidaritas.
“Kekeluargaan bukan berarti semua anggotanya satu keluarga, melainkan saling bergotong royong tanpa persaingan yang saling menjatuhkan,” jelasnya.
Digitalisasi dan Tata Kelola Jadi Kunci Inovasi
Memasuki tantangan era digital, Putri menegaskan bahwa koperasi tidak perlu berubah menjadi startup digital. Koperasi harus mampu menjaga jati dirinya sembari mengadopsi teknologi.
“Digitalisasi yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah proses kerja manual menjadi sistem berbasis teknologi demi efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan anggota,” ujarnya.
Ia juga memberi beberapa contoh nyata digitalisasi koperasi. Mulai dari Koperasi Pegawai Pos Indonesia telah memiliki aplikasi terintegrasi untuk pembayaran daring. Koperasi Agroniaga Jabung di Malang juga terus berinovasi dengan mulai menjual olahan ternak.
Terkait dengan tata kelola, koperasi memiliki tiga aspek kualitas, meliputi anggota, tata kelola, dan usaha. “Kekuasaan tertinggi di koperasi adalah rapat anggota tahunan, bukan pengurus, sehingga anggota wajib hadir dan mengawasi,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa untuk jangan hanya menjadi anggota atau konsumen. Putri mendorong mahasiswa sebagai agen perubahan untuk memberikan inovasi dan kreasi baru bagi koperasi digital.
Penulis: Qurrota A’yuni Latifa
Editor: Khefti Al Mawalia
